Wednesday, February 14, 2018

Asia Overland, Hitchiking ke Chiang Saen, Naik Songtheaw ke Chiang Khong Thailand


Mobil yang memberi tumpangan kepada kami dari kawasan Golden Triangle ke Chiang Saen

Tepat di depan House of Opium kami harus berpisah dengan 2 teman seperjalanan kami yaitu July dan Natalie karena mereka hendak menginap di kawasan ini, sedangkan kami berencana untuk melanjutkan perjalanan kami ke kota kecil Chiang Khong yaitu tempat perbatasan Thailand Utara dengan Negara Laos. Perjumpaan kami dengan July dan Natalie terbilang singkat, namun kebersamaan yang kami lalui bersama tentunya akan menjadi pengalaman yang berkesan.
Sebagian besar orang yang traveling ke kawasan The Golden Triangle di Thailand Utara umumnya mengikuti paket wisata yang ditawarkan travel agent lokal baik dari kota Chiang Mai maupun Chiang Rai. Namun sayangnya bujet kami tidak cukup untuk saat itu sehingga membuat kami memilih untuk ngecer menggunakan transportasi umum dari kota Chiang Rai ke Chiang Saen kemudian menyusuri sungai Mekong dengan perahu kayu menuju Pulau Donsao dan berakhir di kawasan The Golden Triangle.

Berhubung saat itu sudah sore ternyata sesampainya di The Golden Triangle sudah tidak ada lagi angkutan umum yang dapat membawa kami kembali ke kota Chiang Saen untuk menuju kota lainnya. Saat itu hanya ada 2 pilihan pertama jalan kaki sejauh 10 kilometer sambil manggul ransel atau cari tumpangan. Namun setelah beberapa kali mengalami penolakan saat mengangkat jempol tanda meminta tumpangan akhirnya ada sebuah mobil bak yang mau mengantar kami hingga mendekati kota Chiang Saen. 
Suasana jalanan di Kawasan Segitiga Emas ke Chiang Saen yang sepi
Menumpang mobil bak dari House of Opium di Kawasan Segitiga Emas ke Chiang Saen
Kami duduk di bak belakang dengan hati riang karena telah mendapatkan tumpangan ke Chiang Saen. Kami pandangi jalan raya yang berada di pesisir sungai Mekong dengan hembusan angin yang memberikan kesejukan sore. Laju kendaraan ini mulai melambat hingga akhirnya berhenti dan menepi di pinggir warung tak jauh dari tempat yang kami tuju. Sesaat mesin mobil telah dimatikan, bapak itu keluar dari ruang kemudi dan mengatakan kita sudah sampai Chiang Saen.

Mobil bak terbuka isuzu merah inilah yang menolong kami, memberikan tumpangan dari Kawasan segi tiga emas menuju kota terdekat Chiang Saen. Dalam setiap perjalanan yang kami lalui kami percaya, Tuhan senantiasa bersama orang-orang dalam perjalanan dan kaum musafir yang senantiasa memberikan pertolongan melalui malaikat-malaikatnya dan menjaga umatnya yang bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan dariNya.
Tak jauh dari dermaga kantor imigrasi Chiang Saen Imigration Checkpoint, kami melihat ada sebuah angkutan umum songthaew yang tertulis tujuan Chiang Khong. Dengan kendaraan ini kamipun melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya, sebuah kota kecil yang berada di perbatasan antara Thailand dengan Laos lainnya. 
Song Theaw dari Chiang Saen ke Chiang Khong, Thailand
Suasana Senja di perjalanan dari Chiang Saen ke Chiang Khong
Menikmati jalanan di pesisir Sungai Mekong menuju kota kecil Chiang Khong
Ketika hari sudah menjelang malam dan Sang Surya sudah mulai kembali keperaduannya menghadirkan senja yang temaram. Senja di kala itu kami nikmati di angkutan umum yang dikenal dengan mana songtheaw dari Chiang Saen menuju Kota Chiang Kong, sebuah kota kecil di pesisir sungai Mekong yang merupakan salah satu kota terdekat untuk menyebrang perbatasan menuju negara Laos. Dengan hati penuh rasa syukur atas segala nikmat dan berkah yang telah kami lalui hari ini, kami menikmati senja itu dengan bahagia. 
Senja yang kami nikmati dari atas Song Theaw menuju Chiang Khong
Senja yang indah tak harus selalu berlatar pantai maupun gunung, karena Tangan Yang Kuasa memiliki kekuatan untuk melukiskan beragam keindahan dimanapun bagi umatnya yang bersyukur dan menyadari kebesaranNya. Tinggal bagaimana sudut pandang kita melihat dan cara kita menikmatinya sesuatu yang dianugerahkan kepada kita setiap harinya. Dan suasana hati kami yang bahagia sore itu membuat pemandangan yang tersaji di sepanjang perjalanan menjadi terasa lebih indah. 
Pemandangan perbukitan yang tersaji di sepanjang perjalanan menuju Chiang Khong
Setibanya di kota Chiang Khong, kamipun bermalam di kota yang dikelilingi oleh suasana perbukitan dan aliran sungai Mekong yang menenangkan. Kota kecil ini begitu sunyi dan senyap hanya terlihat sebuah keramaian di pasar malam tempat penjaja makanan dan transaksi jual beli dilakukan oleh penduduk setempat saja.  Dari penginapan kami yang tepat menghadap sungai Mekong pun kami merasakan keheningan yang memberikan kedamaian hati dan pikiran. Bersambung
Pasar Malam Chiang Khong
Beberapa makanan yang dijual di pasar malam Chiang Khong

Beberapa makanan yang dijual di pasar malam Chiang Khong
Beberapa makanan yang dijual di pasar malam Chiang Khong
Beberapa makanan yang dijual di pasar malam Chiang Khong
Tidak hanya makanan, di pasar ini juga terdapat banyak barang yang bisa dibeli sebagai souvenir atau kenang-kenangan
Bersama teman seperjalanan di Chiang Khong Thailand

Penginapan kami di Chiang Khong Thailand, di seberang kami adalah negara Laos
Suasana sunrise di Sungai Mekong dinikmati dari sisi Thailand, diseberang kami adalah Laos
Suasana sunrise di Sungai Mekong dinikmati dari sisi Thailand, diseberang kami adalah Laos

Baca Artikel Tentang Thailand lainnya disini
           #Cross Border : Dari Kuala Lumpur Malaysia ke Hatyai Thailand Selatan

Follow my instagram @travelographers , Youtube account shu travelographer 
twitter account @travelographers  and google plus account +shuTravelographer
and if you found the post useful or interesting please do share! :)


Apabila bermanfaat dan menginspirasi, mohon di-bookmarks dan di-share ya
Salam Pejalan. 


No comments:

Post a Comment

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.