Friday, August 17, 2018

Buku Trilogi Overland, Memoar Perjalanan Darat Dari Negeri Singa ke Daratan Cina - 13 Negara, 13 Perbatasan Darat



Buku memoar perjalanan ini akan menjadi yang pertama di Indonesia sebagai buku trilogi memoar perjalanan yang diterbitkan secara serempak ditanggal yang sama. Untuk versi cetaknya rencana akan diterbitkan di website Leutikaprio pada tanggal 18 Agustus 2018, menyusul versi e-book nya yang bisa kamu dapatkan melalui aplikasi TokoBuku.ID. Tanggal 18 08 2018 saya pilih sebagai tanggal terbitnya buku trilogy bukan karena tanggal tersebut adalah tanggal dengan angka cantik, bukan juga karena bersamaan dengan pembukaan Asian Games di Jakarta dan Palembang, namun karena ditanggal 18 Agustus adalah hari yang sangat spesial untuk saya dimana pada tanggal tersebut (alharhumah) ibu saya lahir ke dunia, wanita paling spesial dan paling saya sayang di dunia ini. Untaian kata-kata dalam memoar ini adalah sebuah karya kecil yang kupersembahkan untuknya, untuk kedua orang tuaku, khususnya ibuku tercinta.

Buku ini bergenre travelogue yang ditulis dengan gaya Evocative Narrative (travel literature) yang menceritakan memoar, pengalaman serta renungan hidup yang diperoleh dalam perjalanan di 13 negara di Asia Tenggara dan Asia Timur mulai dari Singapura, Malaysia, Thailand, Cambodia, Laos, Myanmar, Vietnam, China, Hongkong, Macau, Brunei, Filipina, Indonesia melalui jalur darat dan melewati 13 perbatasan negara. Ada banyak kota dan destinasi wisata yang diceritakan dibuku ini yang tentunya bisa menjadi referensi kamu untuk liburan atau berpetualang!



Kota dan negara yang diceritakan dibuku Trilogy Overland ini yaitu Singapura, Melaka Malaysia, Kuala Lumpur Malaysia, Perbatasan Padang Besar Malaysia dengan Hatyai Thailand, Krabi Thailand, Phuket Thailand, Pulau Phi Phi Thailand, Bangkok Thailand, Phnompenh Cambodia, Siem Riem Cambodia, Angkor Cambodia, Perbatasan Darat dari Siem Riep Cambodia menuju ke Bangkok Thailand, Menjelajah Thailand bagian utara mulai dari Chiang Mai, Chiang Rai, Chiang Saen, Chiang Khong, Perbatasan tiga negara (golden triangle) antara Thailand – Myanmar dan Laos, Pulau Donsao Laos yang dijelajahi bersama teman. Cerita tersebut aku tuliskan di buku Overland Jilid 1.



Perjalanan berlanjut seorang diri mulai dari Ha Noi Vietnam, Lao Cai Vietnam, Sa Pa Vietnam, Coc Ly dan Bac Ha Vietnam, Ha Long Bay Vietnam kemudian melewati perbatasan darat dari kota Ha Noi Vietnam menuju Nanning di Cina Selatan dengan kereta api. Untuk Daratan Cina sendiri akupun menjelajah dengan kereta api dan jalur darat mulai dari ke Air Terjun Detian yang terletak di perbatasan dua negara Vietnam dan Cina, kemudian perjalanan berlanjut ke Guilin dan Yang Shou, Zhangjiajie di Cina, Beijing Cina, Guang zhou Cina, Shen zhen Cina kemudian perjalanan melewati perbatasan menuju Hongkong dan Macau.Cerita tersebut bisa kamu baca di buku Overland Jilid 2. Di buku ini diceritakan petualangan ke dua keajaiban dunia yaitu Ha Long Bay di Vietnam serta Tembok Cina di Daratan Cina.



Kemudian pada Overland jilid 3 memoar perjalanan darat untuk misi menuntaskan menjelajah semua negara ASEAN mulai dari Brunei Darussalam, Myanmar mulai dari Yangon, Mandalay, Amarapura serta Bagan. Untuk negara Filipina terdapat cerita perjalanan ketika menjelajah kota Manila, Makati, Pulau Palawan, Honda Bay, menuju ke keajaiban dunia Underground river di Puerto Princessa, kemudian menuju Ilocos Norte dan Ilocos Sur menuju kota Vigan. Petualangan untuk jilid 3 ini dittup dengan menjelajah keajaiban dunia Pulau Komodo dengan Sailing Trip dari Pulau Lombok, ke Dompu, Sumbawa hingga Labuan Bajo dengan perahu pinisi. 





Bagaimana Sinopsinya?




Aku lahir dan dibesarkan ditengah keluarga yang bersahaja. Orang tuaku berasal dari Jawa merantau ke ibu kota dan bekerja sebagai sopir untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Sebagai kaum transmigran keluargaku memiliki tradisi untuk melakukan perjalanan mudik disetiap libur lebaran melalui jalur darat dengan mengendarai sebuat mobil pick up yang pada bak bagian belakangnya diberikan alas tikar dan kasur kapuk tipis agar bisa membawa serta anggota keluargaku lainnya. Bertahun-tahun sejak aku masih kecil, seperti inilah cara keluargaku untuk bisa pulang kampung dengan biaya yang murah.

Perjalanan ke kampung halaman yang dilalui melalui jalur darat, selain secara biaya umumnya lebih murah disini aku dapat melihat lebih dekat suatu kehidupan. Ada suatu sensasi yang berbeda yang dapat dirasakan tentunya, melalui jalur darat ketika melintasi suatu kota kita dapat melihat wajah kehidupan secara nyata, lalu lalang pada pasar tradisional serta kehidupan di alun-alun kota yang merupakan lanskap utama pada suatu kota tersebut serta pemandangan alam yang tersaji disepanjang perjalanan. Semua hal ini hanya dapat dinikmati ketika melakukan perjalanan darat. Dengan melakukan perjalanan darat kita selalu mengingat bahwa kita tetap berpijak pada bumi dan akan menyadari begitu besarnya alam semesta yang diciptakan Nya. Belasan tahun berikutnya, dari kebiasaan tersebutlah yang membuatku hingga kini senang melakukan perjalanan darat dan bermimpi untuk keliling dunia. (Buku Overland Jilid 1 – Introduksi)

Hingga kini, hal-hal seperti itulah yang membuatku menyukai perjalanan darat dan melintasi perbatasan dari satu kota ke kota lain dalam setiap rute perjalananku. Ku kesampingkan jarak tempuh yang lebih lama atau bahkan terkadang ongkos yang lebih mahal karena semua itu akan terbayarkan lunas ketika bisa melihat dunia secara lebih dekat dengan sambutan yang hangat dari orang-orang yang ditemui diperjalanan. Ketika sudah beranjak dewasa setelah bekerja dan memiliki uang sendiri aku menyisihkan sebagian tabunganku untuk mewujudkan impian sejak kecilku yakni melihat dunia dimulai dari yang terdekat yaitu Negara-negara di Asean dan Daratan China yang memiliki banyak alasan untuk dijelajah (Buku Overland Jilid 1 – Mengapa Memilih Asia?)

Perjalanan jalur darat menjelajah Asean hingga Daratan China aku lakukan mulai dari negeri Singapura kemudian melintasi perbatasan darat ke Malaysia, Thailand, Cambodia, Laos, Myanmar yang dilakukan bersama teman (Buku Overland Jilid 1 – Memoar Petualangan Jalur Darat Melintasi Perbatasan di Negara-Negara Asia Tenggara). Kemudian perjalanan di Vietnam melintasi perbatasan negara China dan mengunjungi beberapa kota yang memiliki keindahan alam yang sangat mempesona, melintasi perbatasan menuju Hongkong hingga ke Macau  yang dilakukan seorang diri (Buku Overland Jilid 2 – Memoar Perjalanan Solo Backpacker Dari Vietnam Ke Daratan Cina dengan Kereta Api). Perjalanan berlanjut untuk menuntaskan misi menjelajah semua negara Asean yaitu mengunjungi negara Brunei Darussalam serta melintasi perbatasan Brunei Darussalam dan Malaysia seorang diri, sampai akhirnya perjalanan kembali dilanjutkan bersama pasangan untuk melengkapi mimpi menjelajahi semua Negara Asean mulai dari Myanmar, Filipina serta negeri sendiri Indonesia (Buku Overland Jilid 3 – Memoar Perjalanan Misi Menuntaskan Menjelajah Negeri-Negeri ASEAN)

Dalam setiap bab tersebut menceritakan pengalaman serta renungan hidup yang diperoleh dalam perjalanan tersebut serta suka duka pengalaman saat traveling dari sudut berpetualang sendiri, bersama teman serta bersama pasangan. Hal ini terangkum pada epilog yang menjadi penutup di setiap jilidnya. Ini adalah kisah petualangan perjalanan melalui jalur darat 13 negara melintasi perbatasan di negara Asia Tenggara sampai Daratan China serta sepenggal kisah persahabatan dan perjuanganku dalam kesendirian memaknai arti pertemanan, persahabatan, hingga makna cinta.


Bagaimana kisah perjalanan ku melalui jalur darat 13 negara melintasi perbatasan di negara Asia Tenggara sampai Daratan China dimulai? Bagaimana kisah persahabatan untuk berpetualang bersama menjelajah tempat baru? Bagaimana kisah cinta satu malam di kota tua Melaka Malaysia? Bagaimana kisah tersesat di kota Krabi Thailand hingga datanglah sang penyelamat malam? Bagaimana kisah pilu saat menapaki neraka dunia yang menjadi saksi kelam kota Phnompenh Cambodia. Seberapa besar arti teman seperjalanan yang dapat menguatkan rasa toleransi, empati, rasa berbagi dan berkompromi dalam menyatukan perbedaan ketika terjadi konflik di Siem Riep Cambodia? Bagaimana kisah petualangan menuju perkampungan suku Kayan Lahwi/ Karen yang memiliki leher panjang? Bagaimana kisah ketika melawan ego pribadi untuk memilih berdamai dengan diri sendiri dibandingkan kehilangan teman seperjalanan saat di Huay Xai, Laos?

Bagaimana kisah rasanya terhanyut ruang nostalgia dalam kesendirian ketika berada di Hanoi Vietnam? Bagaimana perjuangan menuju air terjun yang berada di perbatasan Vietnam dan China Selatan? Bagaimana kisah ketika menembus langit menuju pintu surga di negeri Pandora? Bagaimana Negeri China mengarkan kita untuk bersyukur dan berkata cukup? Bagaimana kisah ketika dinterogasi dikantor imigrasi saat hendak menyebrang perbatasan masuk ke Hongkong? Bagaimana kisah perjuangan dalam kesendirian untuk melawan rasa sepi dan takut di negeri orang ketika menjelajah daratan China melalui jalur darat? Sampai akhirnya aku memaknai arti cinta ditengah perjalananku bersamanya ketika menjelajah Tanah Emas Myanmar dan Filipina. Temukan kisah petualangannya dalam buku Overland Dari Indonesia ke Daratan China ini.



Apa kelebihan buku Overland ini?

1.      Pada buku ini dilengkapi puluhan foto-foto berwarna yang menguatkan alur cerita serta pada foto-foto tersebut di buku ini juga menjabarkan metadata dari settingan kamera yang digunakan, tentunya hal ini dapat menjadi referensi bagi kamu peminat photography.

2.      Pada beberapa bagian buku ini menyajikan secara lebih dalam sejarah tentang sebuah destinasi, tentunya hal ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi kamu yang suka mendalami sejarah suatu destinasi wisata. Ada juga kisah perjalanan spiritual ketika berkunjung ke beberapa tempat ibadah yang bisa kamu jadikan referensi untuk wisata religi di Asia Tenggara dan Asia Timur

3.      Walau buku ini bergenre travelogue bukan buku paduan namun disebagian besar kisah perjalanannya penulis tetap mencantumkan informasi biaya yang dikeluarkan serta bagaimana mencapai suatu destinasi sehingga diharapkan dapat memberikan referensi ketika traveling. 

4.      Pada buku ini menceritakan pengalaman penulis melintasi perbatasan di negara-negara Asia Tenggara dan Daratan China yang umumnya belum pernah diceritakan di buku-buku traveling yang sudah beredar.

5.      Beberapa destinasi yang diceritakan di buku ini sebagian adalah destinasi yang belum banyak dibahas di buku paduan pada umumnya. Tentunya hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peminat jalan-jalan dan petualangan untuk memiliki buku ini.

6.      Buku ini disusun untuk merangkul semua pecinta traveling baik yang bergaya turis, traveler, backpacker atau photographer yang memiliki ketertarikan dalam hal landscape alam, foto orang (human interest). Serta para anak-anak muda yang hendak pertama kali traveling ke luar negeri yang memiliki budget terbatas.



Berapa Harga buku Overland ini?

Untuk rincian harga buku :

• Overland Jilid 1, ukuran 13x19, hvs, 204 halaman, 10 halaman warna Rp 84.500,-

(Memoar petualangan perjalanan jalur darat melintasi perbatasan di Negara-negara Asia Tenggara)

• Overland Jilid 2, ukuran 13x19, hvs, 236 halaman. 10 halaman warna Rp 89.200,-

(Memoar perjalanan solo backpacker dari Vietnam ke Daratan Cina dengan kereta api)

• Overland Jilid 3, ukuran 13x19, hvs, 216 halaman, 10 halaman warna Rp 86.200,-

(Memoar perjalanan misi menuntaskan menjelajah negeri-negeri ASEAN)



Apabila kamu membeli paket Trilogy Overland Jilid 1,2 dan 3 akan mendapatkan merchandise magnet kulkas atau gantungan kunci dari negara Asia / Australia * (selama persediaan masih ada, buruan pesan agar tidak kehabisan) (Belum termasuk ongkos kirim)



Bagaimana cara membeli buku Overland ini?

Untuk teman-teman yang mau order atau tanya informasi detailnya boleh direct whatsapp ya +6287887874709. Bisa juga DM Instagram @travelographers atau langsung beli di website Leutikaprio. Ketika nanti sudah resmi diterbitkan kamu juga bisa mendapatkannya di website-website marketplace yang bisa dibeli secara online seperti tokopedia, shopee, bukapalak, lazada dan website lainnya. Matur suwun, Terima kasih



Follow my instagram @travelographers , Youtube account shu travelographer 
twitter account @travelographers  and google plus account +shuTravelographer
and if you found the post useful or interesting please do share! :)

Apabila bermanfaat dan menginspirasi, mohon di-bookmarks dan di-share ya
Salam Pejalan.

No comments:

Post a Comment

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.