Wednesday, January 20, 2016

Boks Ajaib Di Kota Krabi


City Hotel Dan Suasana Malam di Kota Krabi

Do you have a room?” Tanyaku kepada resepsionis di City Hotel. Pertanyaan itu kami ajukan setibanya di kota Krabi dikala petang dengan kondisi kami belum melalukan pemesanan berikutnya. Ya wajar saja kami bertanya apakah masih ada kamar kosong karena jujur kami tidak ada rencana sebelumnya untuk bermalam di kota ini. Rencana awalnya kami ingin bermalam di pantai Ao Nang atau Noppharatthara namun apa daya kami baru tiba di kota Krabi disaat matahari sudah terbenam dan angkutan umum ke pantai Ao Nang sudah tidak ada. Jadi mau tidak mau terdamparlah kami di kota Krabi ini.
Yes we have, Chı̀ reā @##$%^*^! mī h̄̂xng $#@%^*) phạk%^$#” Dengan bahasa inggris seadanya dia mengatakan ada, namun apa yang dikatakan setelahnya tak satu katapun dapat kami mengerti.
Tak sempat kami meminta kamar termurah, kami langsung ditunjukan daftar harga kamar yang terendah dari beberapa tipe kamar yang ada. Coy berceloteh sepertinya resepsionis itu tersugesti dengan tampang kita yang kucel belum mandi selama dua hari.

Seorang bellboy mengantarkan kami melihat penginapan yang ada di lantai tiga. Kami ditunjukan ke sebuah kamar privat dengan dua kasur, satu kamar mandi di dalam serta dilengkapi fasilitas televisi kabel dengan tarif menginap 450 Bath semalam atau setara dengan 75 ribu permalam perorang. Harga tersebut terbilang murah untuk ukuran hotel dengan fasilitas sebaik tempat ini. 
Kamar Paling Murah di City Hotel Kota Krabi, Hanya 450 Bath Semalam Untuk Dua Orang
Kamar Paling Murah di City Hotel Kota Krabi, Hanya 450 Bath Semalam Untuk Dua Orang
Aku langsung meletakan ranselku dan menjatuhkan tubuhku ke kasur yang empuk. Tak lama berselang kamipun mulai tersadar listrik di kamar ini masih padam karena kondisinya menjadi gelap sesaat bellboy meninggalkan kami dan menutup rapat pintu kamar dari luar.
“Coy, tadi lo inget pesan bellboy nya cara hidupin listriknya?” Tanyaku sembari pencet tombol stop kontak yang tak kunjung hidup.
“Memangnya engga bisa hidup bang”? Coy pun penasaran menekan tombol stop kontak yang sama.
“Bentar deh Coy, kayaknya pertama kali masuk listrik masih nyala kan, tuh bellboy ngapain ya kok bisa hidup?”
Dengan konyol kamipun berusaha untuk me-reka adegan ketika pertama kali masuk kamar, kemudian memandangi sekeliling kamar untuk mencari tombol lain yang bisa dihidupkan. Satu persatu stop kontak telah kami coba bahkan dilokasi terpencil pun dibelakang televisi dan telepon kamar.
“Lo tanya ke resepsionis deh Coy” Ucapku sambil nyengir
Sambil menunggu Bang Coy, dengan rasa penasaran akupun terus berpikir keras berusaha mengingat bagaimana menghidupkan listrik di kamar ini. Sampai Coy kembali kekamar pun hasilnya masih nihil listriknya belum bisa menyala.
“Bang, dia bilang cari boks di sebelah pintu terus tekan tombol on
Dari informasi yang dapat di mengerti seadanya karena perbedaan bahasa, hampir sepuluh menit kami masih berkutat mengotak-atik boks yang terbuat dari lempengan seng untuk menghidupkan listrik, namun hasilnya tetap sama, gelap. Sudah ditekan-tekan boks nya, sudah ditekan-tekan tombol on nya namun tak mengubah keadaan menjadi lebih baik. Tidak ada petunjuk lain selain berusaha mengerti cara kerja boks ajaib ini.
Apa boleh buat, Coy pun kembali turun ke lantai satu untuk bertanya kembali ke resepsionis. Sekembalinya Coy keatas, yang dia dapat mengerti hanya masuk cari boks kemudian tekan. Karena penggalan kata in, box dan push yang dapat disampaikan oleh resepsionisnya. Selebihnya hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri karena tidak dapat dimengerti.
Kamipun mengulangi hal bodoh yang sama dan akhirnya Coy menyerah karena hasilnya pun sama. Tidak berhasil. 
“Mentok gw Bang Her, Gantian deh lo yang tanya, gw jagain kamar”
“Bahasa inggris gw pas-pasan, lagi pula malu juga gw sudah dua kali nanya” Tambahnya lagi.
Masih penasaran akupun terus menekan-nekan boks kecil itu. Karena rasa malas untuk naik turun dan bertanya lagi, kamipun sepakat berinisiatif untuk menunggu seseorang yang lewat lorong penginapan. Berselang beberapa menit akhirnya ada seorang bule berkulit putih lewat kamar kami, tanpa ragu kamipun menghampiri dan meminta bantuannya. Dengan santai dia membantu kami untuk menunjukan caranya.
“Jleb, Klik” dimasukannya gantungan kunci yang berbahan mika transparan dengan ukuran 5 x 15 cm ke dalam boks kemudian ditekannya tombol on. 
Penampakan "boks ajaib" di City Hotel, Kota Krabi
 Hahahahaha…. Pecahlah tawa kami bertiga sesaat lampu kamar menyala. Dalam batin entah kami merasa gaptek atau norak yang pasti kami sungguh merasa kantrok banget tidak bisa menghidupkan listrik selama puluhan menit mengotak-atik boks itu.
Thank you Sir!..”
No problem, i've got the same problem with you guys. Hahaha. So  Enjoy Krabi” Serayanya menertawai kekonyolan yang sama dengan kami kemudian ia berlalu turun ke bawah.
Suasana Kota Krabi Malam Hari
 Tak pernah terlintas sebelumnya di kepala kami tentang canggihnya boks yang terlihat sederhana ini. Sebuah boks yang menyerupai kaleng penyok dari lempengan seng yang memiliki celah untuk menyimpan gantungan kunci baru kemudian dapat ditekan tombol saklar on nya untuk menghidupkan listrik. “Lebih canggih dari hotel mahal nih Coy yang pake kartu chip” Kelakarku.
 Baca Episode sebelumnya disini : 

Baca Episode selanjutnya disini:

Follow my instagram @travelographers , twitter account @travelographers 
 and google plus account +shuTravelographer
and if you found the post useful or interesting please do share! :)

8 comments:

  1. ngakak bgt bacanya. krn aku jg nginep disini dan kejadiannya sama. udha gt kok itin-nya persis. ke kl trs hatyai trs krabi.
    ddpn hotelnya ada pasar dan jual duren. udah uenak murah lg. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe. wah ternyata bukan kami sama bule yang kami temui aja di hotel ini punya pengalaman yang sama, ternyata kita juga sama hehehe.. *salaman*

      iya itinerarynya samaan ini ambil rute jalur darat yang sama. salam kenal, semoga bermanfaat dan menginspirasi :)

      Delete
  2. Ngomong inggris org krabi unik... Hotel kl mreka blg oteo... Pernah kejadian pas mau tny kamar resepsionisnya tny how many sinden do you have... Karna pergi ama ank2 dan semua pd ribut..suami yg heran sampai blg ke rep nya sinden ?? Dancing ?? Singing?? Sambil nari2 gtu Org hotelny kebingungan trus tunjuk2 ank2 ... Br lah ngeh kl blg children...sumpah ngakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha. iya bener banget aksen nya kadang bikin kita diam dan mikir dulu untuk mengerti maksudnya apa. pas ngerti kita bisa ngakak kemudian hehehehehe

      Delete

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.