Tuesday, April 19, 2016

Hopping Island ke Pulau Phi Phi Thailand Bersama Beyonce


Keindahan Maya Bay di Taman Nasional Phi Phi Krabi, Thailand
 Di dalam sebuah minivan yang membawa kami menuju ke dermaga di Phuket tempat kapal boat dan ferry bersandar aku sempat termenung karena rasanya hampir tak percaya kami memiliki kesempatan dalam hidup untuk dapat melihat secara langsung keindahan alam di pulau Koh Phi Phi. Sebuah taman nasional di Thailand bagian Selatan yang telah menjadi magnet kuat penarik jutaan pelancong dari berbagai penjuru dunia. Setelah beberapa hari perjalanan darat yang telah kami lakukan dari Singapore, Malaysia hingga ke Thailand, akhirnya kami telah tiba di tempat ini.
Hey you!, come here” Tak lama setelah aku bersama Bang Coy dan Bang Amin tiba di dermaga seseorang dari agen perjalanan memanggil. Kala itu kami sedang asyik mengamati keadaan dermaga yang sudah begitu ramai orang yang mau menyebrang ke pulau.
Me?” Tanyaku sembari menunjuk diriku sendiri
Yes, all of you
Kami bertiga melangkah ke kumpulan peserta open trip ini yang sudah berkumpul membentuk lingkaran. Seorang transgender berada di pusat lingkaran itu, dialah yang akan menjadi tour guide kami pada hari itu. Beyonce namanya. Aku tak tahu siapa nama aslinya, namun dia mengatakan panggil saja saya dengan nama Beyonce, nama kesukaannya.
Dengan suaranya lantang namun lembut kemanyu, Beyonce memberikan panduan awal sebelum kami semua naik ke dalam speed boat. Dengan cukup rinci dia menjelaskan standar keselamatan ketika berada di laut nanti, fasilitas makan dan minum yang akan didapatkan oleh semua peserta, fasilitas alat snorkeling serta menceritakan ke tempat apa saja yang akan kami kunjungi hari ini mulai dari Ko Phi Phi Lee, Maya Bay, Bida Island, Loh Samah Bay, Pileh Cove, Viking Cave, Mongkey Beach, Pulau Phi Phi Don hingga Pulau Khai.
Aku menghentikan sejenak langkahku tepat diujung setapak dermaga sebelum naik ke dalam speed boat. Inikah speed boat yang akan kutumpangi untuk hari ini, rasanya dengan harga yang telah kubayarkan ini sudah terlalu mewah untukku. Ku persilahkan peserta lain naik ke dalam perahu itu sembari mengedarkan pandangan pada hamparan laut lepas yang ada dihadapanku. Kubiarkan angin laut menampar lembut wajahku. Kunikmati irama riak-riak air yang terdengar harmonis mengisi tiap rongga di telingaku.
 “Bang Coy, ngelirik Beyonce terus lo?”. Dengan nada bercanda Bang Amin mengatakan itu kepada Coy. Coy pun tertawa mendengar ledekan Bang Amin pada saat itu.
“Mari menghitam bang..”
“Ayo kita naik!..”
“Ayo!...”
Kami naik terakhir dan segera duduk di bagian paling belakang. Bang Coy dan Bang Amin menyandarkan badannya di tempat duduk yang empuk yang letaknya berhadap-hadapan dengan penumpang lain. Sepasang matanya tersenyum menerawang pada hamparan biru di hadapannya sembari menikmati hembusan semilir angin laut dengan aroma yang khas. Mesin kapal mulai berderu dan perlahan badan speed boat mulai bergerak menjauh dari dermaga meninggalkan jejak riak yang memanjang membelah garis laut.
Salah Satu Perahu Penangkap Ikan Di Laut Andaman
Hai Beyonce.. Come here with us” Bang Amin menggoda.
Dia tersenyum kemudian mulai beranjak dari duduknya dan berjalan ke bagian belakang menghampiri kami. Setelah memandu dan menjelaskan beberapa tempat menarik yang akan dikunjungi dia membaur dengan kami di belakang.
Hai handsome, where do you come from?” ucapnya dengan nada manja yang kemanyu.
“Hahaha” pecah tawa kami bertiga saat itu dengan kelakuan Bang Amin yang menggodanya.
“Indonesia…”
Woow Indonesia.. I Love Indonesia.., we are same same
Itu sepenggal obrolan kami di atas perahu yang melaju semakin cepat dan membelah setiap ombak yang dilalui. Keberadaan Beyonce memberikan warna lain diperjalanan kami, entah mengapa dia lebih suka berbaur dengan kami dibandingkan yang lain. Mungkinkah karena kami sama-sama orang Asia? Atau mungkin karena kami yang terlihat paling ganteng? Rasanya hanya dia yang dapat menjawab kebenarannya.
Aku mulai terpesona dengan pemandangan dihadapanku. Dari kejauhan sudah mulai terlihat berjejer tebing-tebing bebatuan kapur yang menjulang tinggi dikelilingi air laut yang jernih biru dan hijau toska. Sementara deru mesin speed boat masih meraung-meraung membelah laut dengan buih putih yang mengekor di belakang perahu, terdengar riang suara-suara para pelancong yang ada di dalamnya sesaat gugusan bebatuan karst yang indah kami lewati. Koh Phi Phi Ley ini merupakan pulau terbesar kedua setelah Phi Phi Don. Pulau ini terdiri dari perbukitan karst yang menjulang menyerupai bentuk cincin yang di dalamnya terdapat Maya Bay dan Loh Samah Bay.
Be ready ladies and gentlemen, we will arrive to our first destination Maya Bay” Terang Beyonce memandu kami.
I think all of you already know about this place.. Maya Bay has become more popular after The Beach Movie was film here.
Do you know who is the main actors”?

Leonardo Dicapriooo” Ucap beberapa orang yang ada di speed boat ini.

Good.. That’s is my boyfriends” Celoteh Beyonce.
“Hahaha..” Seisi speed boat tertawa pecah, hampir semua orang terbawa suasana riang karena Beyonce.

Speed Boat Kami Mendekati Bibir Pantai di Maya Bay

 Tanpa terasa speed boat ini mulai memasuki kawasan Koh Phi Phi Ley yang masuk dalam kawasan Phi Phi Island National Park. Suara deru mesin tak lagi meraung-raung, pengemudinya melambatkan laju perahu. Beberapa informasi mengenai keindahan dan segala kelebihan yang dimiliki Maya Bay yang berada di dalam Koh Phi Phi Ley sebagai tempat pengambilan film The Beach meluncur lepas dari bibirnya
Perahu Speed Boat Mendekati Bibir Pantai di Maya Bay

Speed boat berjalan lambat menunggu giliran untuk bisa berlabuh. Mataku terbelalak ketika menoleh ke arah Maya Bay. Kuedarkan pandanganku ke Coy dan Amin pun sama, mereka tampak terhenyak sesaat melihat betapa padatnya pantai yang dieluh-eluhkan karena keindahannya ini.
Perahu Pesiar Dan Speed Boat Yang Bersandar di Maya Bay
Deretan Speed Boat Yang Parkir di Maya Bay
Dimanakah keindahan pasir putih itu? Dari ujung kiri sampai ujung kanan teluk ini semua menjadi tambatan perahu bersandar. Akupun tersadar, konsekuensi dari semakin populernya suatu tempat yang dijadikan destinasi wisata tentunya diiringi dengan padatnya orang-orang yang berbondong-bondong datang ketempat tersebut. Buaian ombak mendorong badan perahu merapat ke bibir pantai, satu persatu orang di speed boat turun dengan perasaan senang. Namun tidak dengan kami.
“Seluruh bayangan gw sama pantai indah sudah musnah” Ujar Coy.
Suasana Keramaian Maya Bay yang Disesaki Wisatawan Dari Berbagai Negara

Tentunya mengecewakan kondisi yang terlihat tidak sama dengan yang diharapkan. Dari jumlah speed boat yang berlabuh saja tercatat lebih dari 30 perahu yang sedang bersandar perkedatangan speed boat. Jika satu perahunya disini 18 orang seperti halnya speed boat kami, jumlah pengunjung yang datang ke tempat ini sudah lebih dari 500 orang perkedatangan.
 “Mengecewakan” Ujar Coy dengan mengernyitkan dahinya.
Tak mau berlama-lama di tengah keramaian orang dengan pantai yang tidak dapat kami nikmati sepenuhnya, kami beranjak ke bagian belakang pulau ini untuk menuju Loh Samah Bay berharap di tempat ini tidak seramai Maya Bay. Dengan mengikuti jalan setapak, dengan mudah kami mengikuti kearah Loh Samah Bay. Butuh beberapa menit berjalan kaki dan meniti anak tangga untuk mencapai tempat ini. Disinilah kami dapat menikmati hamparan laut dengan warna gradasi yang indah dengan suasana yang lebih tenang.
Loh Sama Bay, Phi Phi Thailand
Rasanya, disaat musim libur tiba seperti di akhir tahun ini banyak pelancong dari negara bermusim dingin yang pergi mencari matahari di negeri Asia Tenggara, sudah hampir mustahil dapat melihat Maya Bay dalam kondisi alami. Setelah cukup menjelajah pulau ini kami kembali menuju boat. Dari bibir pantai ini tampak di dalam perahu speed boat kami telah dipenuhi oleh penumpang yang lain. Mereka terlihat sedang asik bercanda gurau menikmati minuman dingin yang dapat diambil sesuka hati di dalam ice box. Tak ingin ketinggalan kemeriahan ini, kamipun segera meraih soft drink yang telah disediakan dan kemudian bersulang bersama.
Menikmati Minuman Dingin Diatas Speed Boat
Tak lama berselang setelah dipastikan semua peserta telah naik, mesin speed boat kembali berderu dan mulai memecah ombak. Kami segera melanjutkan ke destinasi berikutnya ke balik pulau Koh Phi Phi Ley yaitu Loh Samah Bay yang sebelumnya telah kami datangi dengan berjalan kaki dari Maya Bay, namun kali ini kami bisa menikmatinya dari atas speed boat. Kembali kami disuguhkan gugusan batu karst yang menjulang di kelilingi lautan yang sebening kristal, begitu jernih hingga terlihat beberapa kawanan ikan yang berenang di perairain ini.
Menikmati Loh Sama Bay, Phi Phi Thailand dari Atas Speed Boat
Menikmati Loh Sama Bay, Phi Phi Thailand dari Atas Speed Boat
Suara mesin kembali dimatikan sesaat kami sampai tepat di tengah Teluk Loh Samah, kemudian Beyonce pun memberikan pengumuman dengan mengatakan semua orang boleh berenang di tempat ini. Beberapa orang mulai melepaskan kaosnya dan melompat ke laut dengan gembira, namun kami bertiga lebih memilih untuk menikmati pemandangan dari ujung geladak  speed boat sembari bersulang menikmati orange juice yang disuguhkan oleh Beyonce. Sembari menikmati batuan karst yang menghijau kami bercanda gurau bersamanya sekaligus bertanya-tanya lebih dalam mengenai Phuket dan Phi Phi Island.
Beberapa Turis Tampak Asik Berenang di Loh Sama Bay
Menikmati Orange Juice Di Atas Speed Boat
Setelah puas menikmati pemandangan bawah laut di tempat Loh Samah, Beyonce kembali mengintruksikan ke peserta lain agar segera naik ke speed boat karena kami akan segera bertolak ke destinasi berikutnya yaitu Pileh Cove, Viking Cave dan Mongkey Beach. Di tempat ini kami begitu menikmati eksotisme pulau-pulau di laut Andaman yang memanjakan setiap pasang mata yang melihatnya. Dengan gayanya yang humoris Beyonce menjelaskan sejarah Viking Cave yang sempat menjadi tempat persembunyian bajak laut.
Ketika mendengar kata bajak laut dipikiranku langsung terlintas salah satu kapten bajak laut Jack Sparrow dengan kapal Black Pearl nya yang paling disegani diperairan laut dalam Pirates & Carribean.  Aku langsung berimajinasi para bajak laut tersebut sempat singgah di pulau ini untuk mencari harta karun yang terpendam dalam perairan Laut Andaman ini yang kemudian munculah istilah The Pearl of Andaman Sea yang menjadikan gugusan pulau dan bebatuan karst sebagai harta karun dan mutiara di laut ini. 
Viking Cave di Taman Nasional Phi Phi Krabi, Thailand
Dengan seiringnya waktu goa ini kini beralih fungsi menjadi tempat pengembangbiakan burung walet yang sarang dan air liurnya dipercaya berkhasiat mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, obat awet muda dan kecantikan yang umumnya disajikan dalam bentuk sup. Dari informasi yang kuperoleh umumnya sarang burung yang diambil dari gua-gua karang di tepi pantai lebih disukai oleh penikmat sup sarang burung wallet dibandingkan sarang burung walet yang dibudidayakan di atap-atap rumah karena mengandung lumut yang menjadikan rasanya lebih kenyal dan tidak pecah saat dimasak.
Konon menu sup sarang walet ini merupakan menu favorit para raja dan bangsawan di China sejak Dinasti Ming yang begitu gemar menikmati sup ini. Tak heran hingga sekarang sup sarang walet masih dikenal sebagai salah satu simbol makanan yang mewah dan berkelas dengan harga yang cukup mahal per mangkuk nya.          
Ketika speed boat kembali berhenti di sebuah spot untuk snorkeling, melihat kawanan ikan berwarna-warni berenang di atas beberapa spesies terumbu karang yang terlihat jelas di tengah air laut yang jernih membuat kami tergoda untuk segera terjun ke dalam air. 
Ikan-ikan Yang Mengerubungi Roti
Everybody.. please take a look this one, look those beautiful fish swimming here” Ucap Beyonce menarik perhatian kami. Dilemparnya beberapa roti dan biskuit ke dalam laut yang membuat kawanan ikan yang didominasi warna kuning bergaris hitam berkerumun bersaing saling memperebutkan rempahan roti dan biskuit yang baru saja dilemparkan ke laut. Suara decak kagum terdengar meriah mengiringi setiap gerakan ikan yang meliuk-liuk menyantap rempahan biskuit tersebut. Klik.. Klik.. Klik.. tak mau kehilangan momen, hampir semua orang yang membawa kamera segera bergegas mendokumentasikannya.
“Bang nyemplung yuk!.. Masa jauh-jauh kesini ga basah-basahan.” Ujar Bang Amin.
“Ayo, seger nih..” Ucap ku sembari mempersiapkan masker dan fin untuk snorkeling.
Byuurr.. Bang Coy pun tergerak untuk bersiap-siap setelah Bang Amin sudah melompat ke laut untuk snorkeling, begitupun juga dengan ku.
Inikah trend di dunia pariwisata laut yang umumnya menghadirkan atraksi memberi makanan untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung yang datang? Hal inilah yang sempat terbesit dipikiranku ketika mengingat beberapa operator wisata di beberapa destinasi laut di Indonesia pun melakukan hal yang sama. Jika kita telisik sebenarnya dengan memberi makan ikan dapat merusak keseimbangan ekosistem laut mengingat makanan tersebut mengandung ragi yang dapat merusak terumbu karang. Belum lagi dapat berdampak pada berubahnya pola hidup ikan yang menjadi suka bahkan bergantung dengan makanan pemberian manusia yang seiring dengan waktu dapat mengalihkan ikan dari sumber makanan alaminya seperti alga dan plankton.
Hal ini nyata terlihat seperti halnya binatang monyet liar di beberapa tempat wisata yang menjadi ketergantungan akan pemberian makanan dari manusia. Jika hal ini dapat disamakan dengan ikan, bahayanya tentunya membuat keseimbangan ekosistem dan piramida rantai makanan di laut dapat terganggu. 
Beberapa Perahu Yang Menepi di Monkey Island
Bang Amin Yang Sedang Bermain Dengan Monyet di Pulau Ini
Setelah puas ber snorkeling dan sempat transit ke Monkey Island, kamipun tiba di pulau Phi Phi Don yang merupakan pulau terbesar dan satu-satunya pulau yang berpenghuni untuk istirahat dan makan siang dalam buffet. 
Dermaga Phi Phi Island
Enjoy your meal and have a nice lunch” Beyonce mempersilahkan dan kami hanya mengangguk. Kami yang sudah mulai lapar pun senang melihat makanan tersebut. Mengikuti antrean kamipun satu persatu mengunggu giliran untuk mengambil makanan yang disuka. Karena mumpung bisa makan enak, kamipun tak ragu untuk menambah dan mencicipi menu yang disajikan.
Makan Siang Yang Disajikan Buffet Prasmanan di Phi Phi Island
 “Bang Coy, nambah lagi yuk” Ujar Bang Amin
“Ambil ayam yang banyak bang” Balas Coy.
“Gw ambil buah deh untuk rame-rame ya” Akupun beranjak kembali ke meja prasmanan bersama Bang Amin. Namun tiba-tiba kami dihampiri oleh Beyonce yang sedang berkumpul bersama teman-teman seprofesinya. 
Bang Amin dan Bang Coy Yang Melahap Makanannya
Hey they are my friends, They coming from Indonesia” Ucap Beyonce seraya memperkenalkan kami keteman-temannya yang sama-sama transgender.
Aku hanya bisa tersenyum dengan ramah sembari menempatkan beberapa potong semangka dan buah pisang yang ada di atas meja prasmanan. Secara mengejutkan ada seseorang yang berhasil mencubit dan mengelus pipi kami karena gemas. “He is so handsome”, celetuknya sambil berlalu. Aku dan Amin hanya bisa tertawa akan kejahilan mereka. Coy pun tampak tersenyum puas dari meja makan mengamati kami digoda oleh Beyonce dan teman-temannya.
Berpose Bersama Beyonce
 Kami kembali ke meja makan dan menyantap menu tambahan untuk memuaskan rasa lapar dan dahaga kami. Di meja makan kecil itu kami hanya mentertawai kejadian yang baru saja terjadi ketika kami digoda dan dijahili mereka. Selalu saja ada cerita yang membuat kami berbagi tawa dan keseruan dalam perjalanan kami, Beyonce oh Beyonce.

10 comments:

  1. Laut hijau tosca, ikan-ikan, dan Beyonc. Sungguh pengalaman yh indah. Iya kebiasaan kita memberi makan ikan, untuk jangka panjangnya gak bagus bagi ekpsistem laut ya, Mas. Semoga saja lahir usaha makanan ikan yg lebih ramah terhadap lingkungan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba evi, sekarang yang penting bisa selfie dan foto" keren jadi bisa narik banyak wisatawan hehe.. ya semoga kita bisa berwisata namun tetap memperhatikan keseimbangan alam yang kita kunjungi

      Delete
  2. Boleh tanya ngga, berapa baht biaya yang dihabiskan untuk tour ke phi-phi island?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tergantung dari mana ngambil tournya dan pakai perahu apa. untuk speed boat dari phuket yg 1 day tour kisaran 1400-1900 bath, kalo yg perahu ferry boat ukuran besar dari phiphi island kisaran 650 bath. rencananya dari kota mana mau menjelajah phiphi? karena dari kota krabi pun bisa.

      Delete
    2. Wah mahal juga ya ternyata. Kalau saya rencananya mau ambil paket dari Krabi.

      Delete
    3. iya kalo dari krabi bisa lebih murah karena jaraknya lbih dekat dibandng dari phuket.

      Delete
  3. Rencana mei sy ke thailand. 3-4hr.kalau mau lihat bangkok, phuket dan phi phi island apakah waktunya cukup? Dibangkok harus bagaimana? Apakah bs dijelajah dgn jalan kaki/pakai tuk tuk/ sejenis angkot disana? Baiknya dr bangkok ke phuket atau ke phi phi? Kira2 habis budget brp ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau hanya 3-4 hari tidak akan cukup untuk mengunjungi bangkok, phuket, phi-phi. kalaupun cukup sangat terbatas sekali. Phuket dan phiphi itu bda pulau dan minimal 2 hari disana. begitu juga lota bangkok yang besar idealnya minimal 2 hari di bangkok. dan sebagai gambaran jarak dari bangkok ke phuket kalo jalur darat itu 8 jam sama seperti jakarta ke semarang. klo mau naik pesawat sih bisa untuk mempercepat waktu perjalanan.

      Delete

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.