Thursday, January 25, 2018

Asia Overland, Bertamu ke Suku Karen/Lahwi, Perkampungan orang-orang berleher panjang


Suku Kahwi/Karen yang tinggal di Perkampungan di Provinsi Chiang Rai, Thailand
Motor matik kami melaju konstan menyusuri jalan di area persawahan. Mataku asyik memandangi sawah yang menghijau dengan latar perbukitan. Jejeran ilalang memenuhi sepanjang tepi jalan. Selama perjalanan aku tak berbicara sama sekali. Pandanganku menangkap pantulan wajah Yayan dan Novel di kaca spion yang juga tampak menikmati perjalanan ini hingga akhirnya kami menghentikan laju motor dan memarkirkannya di sebuah perkampungan kecil yang berada di kaki bukit.
Setibanya disana, suasananya begitu sepi tak banyak turis yang sedang berkunjung di perkampungan ini. Kami menduga mungkin ini bukan tempat perkampungan yang biasanya dikunjungi tur wisata, karena lokasi perkampungan ada di sisi yang berbeda dan biaya retribusi masuknya pun hanya 100 Bath atau kurang dari setengah dari harga informasi yang kami peroleh.

Perjalanan kami dengan sepeda motor menuju Long Neck Karen di Chiang Rai
Perjalanan kami dengan sepeda motor menuju Long Neck Karen di Chiang Rai
Pemandangan sekitar perkampungan Long Neck Karen di Chiang Rai
Perjalanan kami dengan sepeda motor menuju Long Neck Karen di Chiang Rai

Perkampungan suku karen cukup jauh dari jalan utama, harus masuk ke dalam perkampungan

  Setelah membayar tiket masuk kami mulai berjalan menyusuri jalan setapak memasuki perkampungan suku Kayan Lahwi/  Karen. Kakiku berhenti ketika sampai di depan sederetan warung penjaja cinderamata yang semua penjualnya berasal dari suku pedalaman. Beberapa orang wanita bersuku Akha berpakaian tradisional dengan tudung kepala yang dipenuhi bola-bola kecil dari perak yang penuh detail berhiaskan asesoris warna-warni rumbai, bordir, dan koin-koin menyambut kedatangan kami menjajakan kerajinan tangan dan cinderamata. 
Long Neck Karen Village di Provinsi Chiang Rai, Thailand
Long Neck Karen Village di Provinsi Chiang Rai, Thailand
Penduduk di perkampungan Long Neck Karen di Chiang Rai
Penduduk di perkampungan Long Neck Karen di Chiang Rai yang sedang makan siang
Long Neck Karen Village di Provinsi Chiang Rai, Thailand
Di Thailand sendiri ada sekitar 23 kelompok etnik minoritas yang disebut suku perbukitan. Suku Kayan Lahwi/ Karen termasuk yang terbesar dari enam suku perbukitan yang berasal dari Myanmar. Suku Kayan Lahwi/ Karen yang masih dalam kelompok bahasa Sino-Tiber ini awalnya merupakan etnis yang berada di Myanmar yang kemudian berimigrasi ke Thailand bagian utara terutama untuk lari dari peperangan, tekanan sosial, dan persaingan demi tanah yang subur. Sebagian memilih Thailand Utara lantaran masuk dalam daerah terpencil dengan kontur pegunungan dan memiliki tanah yang subur.
Suku Karen yang kami jumpai di Long Neck Karen Village di Chiang Rai, Thailand
Suku Karen yang kami jumpai di Long Neck Karen Village di Chiang Rai, Thailand
Suku Karen yang kami jumpai di Long Neck Karen Village di Chiang Rai, Thailand
Suku Karen yang kami jumpai di Long Neck Karen Village di Chiang Rai, Thailand
Akupun mulai memandang ke sekelilingku, sampai pandanganku terhenti pada sesosok gadis kecil yang mengenakan kalung logam berwarna emas dileher mereka yang berada di sebuah jalan sempit dengan warung-warung kecil dari bambu yg menjajakan beraneka warna kain tradisional. Di sisi lain aku juga melihat seorang ibu dan dua anaknya yang juga mengenakan kalung logam berbentuk kumparan berwarna emas di leher panjangnya sedang serius menenun kain dengan alat tradisional. Tak hanya dileher, gelang atau kumparan logam yang melilit dalam jumlah banyak itu juga mereka kenakan di pergelangan tangan dan kaki.
Di perkampungan suku leher panjang yang menjajakan cinderamata
Suku pedalaman di Thailand Utara
 Seperti halnya suku Kayan Lahwi/ Karen, di kawasan ini juga ditinggali suku Palong yang datang bermigrasi dari Myanmar. Keunikan suku ini yaitu mereka memiliki lubang telinga yang besar dengan berbagai aksesoris kalung yang terbuat dari mutiara, koin dan manik-manik yang berwarna-warni. 
 Rasa takjub, penasaran dan miris bercampur padu dalam benakku sesaat melihat mereka secara langsung di hadapanku. Aku langsung membayangkan bagaimana perempuan-perempuan ini melewati hari-harinya dengan dibebani sejumlah gelang logam pada leher, tangan maupun pergelangan kaki mereka? Bagaimana rasanya memiliki leher yang panjang itu? Bagaimana mereka bisa memiliki leher panjang itu? Bagaimana sejarahnya awal tradisi ini berlangsung hingga bertahan sampai sekarang? Semua pertanyaan itu hilir mudik dipikiranku ketika aku mulai berinteraksi dengan mereka secara lebih dekat. Untuk detail ceritanya nanti akan aku share di buku perjalananku ya. Nantikan tanggal releasenya.
Suku Karen yang kami jumpai di Long Neck Karen Village di Chiang Rai, Thailand
Suku Karen yang kami jumpai di Long Neck Karen Village di Chiang Rai, Thailand
Suku Karen yang kami jumpai di Long Neck Karen Village di Chiang Rai, Thailand
 Semoga keberadaan suku pedalaman ini dapat tetap bertahan beriringan dengan perkembangan zaman sebagai salah satu keberagaman suku dan budaya di dunia yang perlu dilestarikan.

Baca Artikel Tentang Thailand lainnya disini
           #Cross Border : Dari Kuala Lumpur Malaysia ke Hatyai Thailand Selatan

Follow my instagram @travelographers , Youtube account shu travelographer 
twitter account @travelographers  and google plus account +shuTravelographer
and if you found the post useful or interesting please do share! :)


Apabila bermanfaat dan menginspirasi, mohon di-bookmarks dan di-share ya
Salam Pejalan. 

No comments:

Post a Comment

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.