Wednesday, May 22, 2013

Road To Heaven - Hunan, China.


 Avenue Toward Heaven, Hunan China

       Aku menghela nafas dalam-dalam, mataku tersihir oleh indahnya pemandangan yang terhampar luas dihadapanku. Kabut tipis musim dingin mengambang dan menyelimuti pepohonan dan perbukitan Gunung Tianment. Semua tampak putih.. Suci seperti surga.. Dalam diamku aku tertegun memandangi jalanan berliku menuju surga yang akan kulewati, begitu curam dan terjal. Jalan menuju ke surga yang terbentang sepanjang 10 kilometer ini terletak di propinsi Hunan, China. Ya jalan menuju surga itu berliku, aku harus melewati 99 tikungan tajam untuk mencapai pintu surga itu. Gumamku dalam hati.

Wednesday, March 6, 2013

Escape to Halong Bay, Vietnam

Halong Bay, Vietnam
It's nice to escape the big city once in a while, melakukan pelarian dari kepenatan kemacetan dan kebisingan kota besar di tempat yang memberikan kedamaian. Suasana yang tenang hanya suara ombak yang berdebur-debur dan berbuih ketika air laut mencium kapal serta hembusan angin laut yang menyusup di gugusan batu karst yang indah di salah satu dari tujuh keajaiban dunia Halong Bay, Vietnam. Senja itu aku ditemani oleh secangkir teh hangat dengan sebuah buku menemani quality time ku diatas deck kapal ini, kemudian tanpa sadar aku terlelap oleh belaian semilir angin yang begitu nyaman hingga menjelang malam. Waktu seakan bergerak melambat dan bahkan berhenti terbuai akan keindahan pemandangan disini. Maka, apakah masih ada alasan untuk tidak bersyukur?, Nikmat Tuhan mana lagikah yang akan engkau dustai, Shu?

Sunday, February 24, 2013

Weekly Photo Challenge: Forward

Looking Forward To Spring, and Step Forward to Great Wall
Great Wall, China
       The beginning of the warmer spring the snow in the mountains starts to melt. The snow melts when the sun comes out, and looking forward to spring season. Step by step, i try to go forward to enjoying the moment while in Great Wall China, the scenary is awesome.. is a absolutely true Wonder of the World, World Heritage Site by UNESCO and an absolute must visit in China.

Backpacker Couples


        Hal yang paling membahagiakan hidup ini adalah ketika kita memiliki seseorang untuk berbagi disaat suka maupun duka. Dalam setiap perjalanan alangkah menyenangkannya memiliki travelmates untuk saling berbagi seperti sepasang backpacker yang kujumpai disebuah sudut kota Kuala Lumpur yang tak pernah lelah menjelajahi dunia ini. Usia bukanlah suatu penghalang untuk terus melanjutkan perjalanan hidupnya. Dan jika setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan, maka akupun berharap menemukan soulmate seperjalanan ku yang akan berbagi dunianya dengan ku, menjelajahi dunia ini dan saling melengkapi satu sama lain.


Monday, February 18, 2013

Weekly Photo Challenge: Kiss


Fishing Boat Kiss The Perfect Circle, The Pearl of Java Sea Kepulauan Karimun Jawa.

     Karimun Jawa National Park Located in the middle of the Java Sea which is located off Central Java’s northern coastline. One of only seven national marine parks in all of Indonesia.  Declared a national park in 1988, the Karimun Jawa Islands consist of 27 small islands. It’s part of an ecosystem known to contain the most diverse concentrations of life on the planet—the Coral Triangle. This place is absolutely one of the most incredible and beautiful places to see sunset.


     Two golden hours somewhere between sunrise and sunset, both are set with 60 diamond minutes,
and only 30 seconds for golden moment, No rewards is offered, they are gone forever..

Monday, February 11, 2013

Weekly Photo Challenge: Home



Home..
Kampong Ayer, Brunei Darussalam
        People can build a house on land or on water, but to build a home people should feel in their heart. There is a love in your heart and there is a home in your heart.
Water Village - Kampong Ayer, Brunei Darussalam
        In many countries where people have their homes in the land, but in this city there is a home built on stilts in the water. This village is virtually run as a small city in its own right housing, more than  39,000 people live in the Water Village. All of the Water Village buildings are constructed on stilts above the Brunei River. This water village namely Kampong Ayer situated after Brunei Bay at Brunei’s Capital city Bandar Seri Begawan. Probably this ‘Venice of East’ is the biggest water village on the world.
       In this place, i'm fells like home.. so peaceful 

Venice Timur itu Bernama Kampong Ayer

Kampung Ayer, Brunei Darussalam
Kampung Ayer yang terletak di kota Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam ini merupakan kampung air terbesar didunia yang juga merupakan salah satu pusat perdagangan terpenting dikawasan pulau Borneo. Dan tak kurang dari tiga puluh ribu penduduk tinggal dalam beberapa daerah perkampungan ini. Sebagian besar kehidupannya dilakukan diatas air dengan menggunakan perahu dimana kota tersebut dikelilingi kanal atau sungai diantara bangunan dan jembatan kayu. Tak heran jika tempat ini dijuluki Venice Timur menyaingi kota Venezia di Itali bagian Utara

Tuesday, February 5, 2013

Refleksi, Hidup Adalah Sebuah Cermin

 Sultan Omar Ali Saifudin Mosque - Brunei

       Refleksi. Jika hidup diibaratkan sebuah cermin, maka akan terbentuk pantulan diri dalam sebuah refleksi. Jika kita menampilkan kebaikan dan keindahan, maka hal yang dipantulkanpun akan serupa, begitu juga dengan sebaliknya. Hal inilah yang dapat kupelajari ketika melihat keindahan Masjid Sultan Omar Ali Saifudin pada malam hari di Kota Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam yang seakan menjadi cahaya penunjuk jalan kebaikan ditengah kegelapan malam.

Tuesday, January 22, 2013

Bersahabat dengan Culture Shock di Negeri Seberang!


Stasiun Kereta Api Beijing Central - China

Jika berbicara mengenai traveling tentunya akan menemukan hal-hal yang baru ditempat yang kita kunjungi, ada beberapa hal yang masih dapat kita toleransi ada pula hal yang dapat membuat kita shock mengenai perbedaan tersebut. Setiap orang memiliki daya adaptasi akan lingkungan baru yang berbeda-beda, tergantung dari latar belakang hidupnya serta pengalamannya dalam hal ini bersahabat dengan lingkungan baru.

Dari pengalamanku, ada beberapa hal yang umumnya menjadi culture shock diantaranya:
           
     1. Makanan  
Dengan beragamnya jenis kuliner di negara kita tentunya ada kebiasaan dan makanan favorit untuk disantap, ada yang daerahnya khas dengan santan, ada yang khas pedas, ada yang khas manis dan keberagaman lainnya yang dimiliki kuliner Indonesia. Walaupun demikian umumnya orang Indonesia makanan wajibnya tetap ada nasinya sehingga masih bisa dinikmati dan mengenyangkan.
 Tetapi ketika kita kenegara lain yang jenis makanannya berbeda tentunya untuk beberapa orang bisa saja menjadi sebuah masalah. Selain faktor nasi yang Indonesia banget :p, contoh yang berbeda diantaranya yaitu kecap, ditempat kita kecap umumnya terdiri dari dua jenis ada yang manis dan asin, jika dinegara lain tak semuanya ada yang namanya kecap ya kecap asin yang cair.
Jika kamu sedang makan menu yang berkuah dan suka pedas, jangan terlalu berharap bisa menemukan sambal cabe yang nikmat diulek atau dengan berbagai cita rasa, karena pada umumnya dinegara lain yang namanya sambal berupa bubuk cabe yang sudah dikeringkan. Begitu juga halnya dengan sambal untuk lalapan, sangat sulit menemukan sambal bajak yang nikmat.

Tuesday, January 15, 2013

Adventure in the Java Rhinocerous Home, Ujung Kulon National Park

Badul island, Ujung Kulon - Photo by: ika.s

Ujung Kulon National Park was declared as World Natural Heritage Site in 1991 by UNESCO, which is this area was protected and preserved. The condition is still relatively natural to make every visitor who comes here will leave an unforgettable experience that hard to find in elsewhere. Biodiversity is protected in this National Parks include marine ecosystems, coastal and terrestrial ecosystems that are part of the ecosystem in the widest tropical rain forest in West Java, Indonesia. In the National Park is home for hundreds of animals and plants are protected in particular to maintain the viability of Javan Rhinoceros and Buffalo that has been declared faces critically endangered because the population continues to decrease.
Besides Javan Rhinocerous and Buffalo there are many other animals in their natural habitat of this national park include the Timor deer scattered in Ujung Kulon National Park, Peucang Island, Panaitan Island and Handeleum Island. Set up a tent and feel coexist with nature and wild animals has become an unforgettable experience while you here, especially when staying overnight on the Handeleum island.
 The Resident near Ujung Kulon National Park is from the tribe of Banten around Sumur, Cibiuk and Taman Jaya, which is as a gateway to the National Park. In this place there is an information center, guest house, hot springs and a dock for boat / fishing boat and visitors who want to visit National Park is depart from this point.