Friday, February 17, 2023

Rest Area Dengan View Terindah. Perjalanan Bus dari Sokcho Menuju Busan, Korea Selatan


I left my heart in this small town Sokcho. See you again. Di pagi hari yang cerah kami mulai mengemas barang bawaan kami dan segera bergegas check out dari The House Hostel. Tidak lupa kami sempatkan untuk berpamitan dengan Mr Yoo yang sudah menerima kami dengan sangat baik selama kami tinggal di hostelnya. Rencananya dari kota nelayan Sokcho ini kamu hendak melanjukan perjalanan menuju kota Busan melewati kota Andong, Gyeongju dan Ulsan. Perjalanan darat yang ditempuh kurang lebih 6 jam ini jalurnya didominasi di pinggir laut dengan pemandangan laut Jepang. Kami tahu 6 jam adalah waktu yang tidak sebentar, namun entah mengapa selalu ada alasan bagi kami untuk mencintai perjalanan darat dimana akan ada saja hal-hal indah ditengah perjalanan yang bisa dinikmati dari balik jendela bus yang melaju ke kota tujuan.

Friday, January 27, 2023

Mr Yoo, The House Hostel dan Pengalaman Menyenangkan ketika di Kota Sokcho, Korea Selatan

 

“For us the house hostel is the best place to stay in Sokcho, South Korea. The atmosphere in this hostel was warm and welcoming, this breakfast room cozy and a great place to meet other traveler from around the world.” Ini penginapan yang kami tempati selama berada di kota kecil Sokcho. Lokasinya dekat dengan terminal bus antar kota di Sokcho, dekat dengan pusat kuliner di Rodeo street dan dekat dengan Abai Village yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Saturday, January 21, 2023

Dari Seoul Menuju Kota Sokcho Yang Damai. Berkunjung ke Gunung Seorak/ Seoraksan!


Ini hostel tempat menginap kami selama di kota Seoul. Setelah puas menjelajah Seoul yang menjadi ibu kota Korea Selatan perjalanan overland di Korea pun berlanjut ke kota kecil Sokcho yang dapat ditempuh dengan bus dari terminal bus Seoul Express Gyeongbu selama 3-4 jam perjalanan darat. Ada apa di Sokcho? Ada gunung Seoraksan yang menjadi gunung tertinggi di provinsi Gangwon dan Abei Village yang menjadi tempat syuting drama korea Endless love atau Autumn of My Heart yang dibintangi Syong Hye Ko dan Won Bin.
Sesampainya di kota Sokcho langsung cari hostel untuk menyimpan ransel terus langsung meluncur ke Gunung Seorak san yang menjadi gunung tertinggi di provinsi Gangwon, salah satu tempat syuting drama korea Endless love atau Autumn of my heart yang dibintangi Syong Hye Ko dan Won Bin juga. Dari pusat kota Sokcho kita bisa naik bus umum untuk menuju kaki gunung Seorak dan akan disambut oleh patung beruang / Korean Moon Bear Statue ini.

Friday, January 20, 2023

10 Tips dan Panduan Lengkap Liburan ke Nami Island Korea Selatan



Kalo kamu berkunjung ke Seoul Korea Selatan luangkanlah waktu minimal setengah hari dalam itinerary mu untuk berkunjung ke Pulau Nami yang terkenal dengan keindahan alamnya serta tempat yang populer bagi pecinta drama Korea karena pulau ini menjadi salah satu tempat pengambilan gambar drama Winter Sonata dan Wanderer in Winter. Bisa dikatakan pulau ini cocok untuk dikunjungi di musim apapun baik musim panas, musim gugur, musim dingin atau pun musim semi. Untuk musim bisa disesuaikan dengan preferensi kamu antara lebih suka bunga berwarna-warni di musim semi, daun-daun merah kecoklatan di musim gugur, cuaca yang hangat dan bersahabat di musim panas atau suasana serba putih saat musim salju turun menyelimuti pulau ini.
Ini foto kami saat di Pulau Nami, walau jalan cuma berdua foto tetep harus maksimal pake tripod dan self timer. Entah kenapa lebih percaya sama tripod dibanding minta tolong foto sama orang, selain tidak mau merepotkan orang juga untuk memastikan foto akan sesuai dengan selera kita. Untuk kamu yang hendak ke Nami Island, berikut kami uraikan tips dan panduan untuk menuju ke Pulau Nami dari pusat kota Seoul ya.

Saturday, January 14, 2023

Menyusuri Abai Village di Sokcho Korea, Tempat Syuting Drakor Endless love/ Autumn of My Heart!


Untuk pecinta drama Korea khususnya film Endless Love atau Autumn of My Heart pasti tahu tempat ini. Film yg dibintangi sama Won bin dan Song Hye Go ini mengambil gambar di perkampungan nelayan yang dikenal dengan nama Abai Village di Sokcho. Nah perahunya ini sama kayak getek di Indonesia yang digerakan sama tenaga orang. Perbedaannya terletak pada cara pengoperasiannya yang ditarik menggunakan tongkat besi yang dililitkan ke kabel baja yang dikaitkan di perahu ini. Dari informasi yang kami peroleh dalam sekali jalan satu perahu ini bisa membawa sekitar 35 penumpang. 

Perkampungan nelayan Abai di kota kecil Sokcho ini awalnya sebagai tempat pengungsian orang-orang dari Korea Utara saat perang saudara terjadi. Mereka memilih menetap dan menghabiskan masa tuanya di kota kecil ini dan menjadi bagian dari Korea Selatan. Nama Abaii village sendiri berasal dari kata Abai yang berarti orang tua. Hal ini diamini kami yang berkeliling kota ini dan melihat kota ini didominasi oleh orang-orang tua yang mengisi hari tuanya disini. Suasana kota yang damai dan tentram membuat siapa saja yang datang ke kota ini akan langsung jatuh cinta. Jika ada yang bertanya destinasi salah satu favorit kami tentu saja kota nelayan Sokcho akan masuk dalam daftar tersebut.

Friday, January 13, 2023

Lupakan Brand Kopi Waralaba Internasional, Ini 3 Kedai Kopi Lokal Yang Wajib Kamu Coba Saat di Vietnam




Untuk kamu pecinta kopi, sesungguhnya kopi Vietnam memang tidak pernah salah khususnya ketika kamu sedang berkunjung ke negara Vietnam. Lupakan lah brand-brand kopi waralaba internasional jika kamu sedang berada di Vietnam dan cobalah cicipi satu persatu kedai kopi Vietnam yang begitu mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Dari perjalanan di Vietnam setiap harinya kami selalu menyempatkan untuk nongkrong di sebuah kedai kopi baik yang sudah memiliki jaringan atau cabang di kota-kota besar Vietnam maupun kedai kecil serta cafe perorangan.
Dari pengalaman kami menjelajah Vietnam mulai dari Ho CHi Minh City, Mui Ne, Da Nang, Hoi An, Ha Noi, Ha Long,  Lao Cai, Bac Ha, hingga Sa Pa kami melihat ada 3 jaringan kedai kopi lokal yang menjadi raja di negerinya sendiri. Karena itulah di setiap kota yang kami tuju setiap kali menemukan kedai kopi tersebut tentunya kami sempatkan untuk mampir baik untuk nongkrong lama ataupun sekedar menikmati kopi untuk rehat sejenak ketika dalam perjalanan. Dalam artikel ini kami ingin merekomendasikan 3 kedai kopi lokal yang sudah memiliki jaringan yang luas di Vietnam yang patut kamu coba ketika berada di negeri ini.

Sunday, January 8, 2023

Metamorfosa dari Solo Backpacker menjadi Family Traveler


It's doesnt matter where you're travel. It's who you have beside you. Spending time with family is always the good idea. Bagi aku sekarang, tidak terlalu masalah mau kemana lagi akan melangkah. Bersama mereka kini tujuan tak lagi penting. Bahkan mengunjungi destinasi yang pernah aku kunjungi sebelumnya berkali-kali bisa memberikan pengalaman yang berbeda dan menyenangkan. Seperti halnya perjalanan ini yang menjadikan kali kedua aku ke Phuket, Phi Phi dan Krabi, namun kali ini misinya memperkenalkan pantai ke Qiandra dan mewujudkan impian Ibunya ke pulau ini. Melihat keluarga bahagia akupun merasakan kebahagiaan yang luar biasa walaupun berkunjung ke tempat yang sama sekalipun.

Semaksimal mungkin kami ingin meluangkan banyak waktu bersama putri kami Qiandra dan putra kami Kaivandra, mengisi masa kecilnya dengan mengajarinya berbagai hal baru dan memperkenalkannya bahwa dunia itu penuh warna. Karena yang kami yakini dunia adalah sekolah paling bagus untuknya, alam semesta adalah guru terbaik kita semua dan traveling adalah salah satu mata pelajaran yang paling menyenangkan untuk membuka wawasan dan pengalaman baru untuknya.

Friday, January 6, 2023

30 Tips dan Panduan Jalan Jalan Liburan Pertama Kali ke Brunei Darussalam


    Jujur tujuan saya pertama kali menginjakan kaki ke negara Brunei Darussalam dengan cara backpacking adalah karena penasaran bagaimana kehidupan di sebuah negeri yang memiliki beberapa masjid yang megah dan indah dimana negeri tersebut menjalankan syariat islam dan dipimpin oleh seorang Sultan yang begitu dicintai rakyatnya. Alasan pribadi lain tentu saja untuk memenuhi misi melengkapi kunjungan semua negara Asean dimana negara Brunei Darussalam adalah negara di Asean ke 9 yang saya kunjungi kemudian dilengkapi oleh kunjungan ke negara Filipina satu tahun berikutnya. Pada saat itu saya hanya berkunjung selama 2 hari 2 malam yang tentunya masih kurang untuk bisa mengenal lebih jauh negeri yang penuh kedamaian ini.

    Beberapa tahun berikutnya saya dapat kesempatan untuk tinggal di negara ini sekitar 10 bulan untuk mengerjakan sebuah proyek IT di beberapa perusahaan di bawah salah satu Kementerian di Brunei Darussalam. Tentunya kesempatan ini saya gunakan untuk mengenal lebih jauh dan menyelam lebih dalam di kehidupan masyarakat Brunei Darussalam yang dikenal sangat ramah dan bersahabat. Melalui pengalaman ini saya ingin berbagi tips dan panduan lengkap untuk kamu yang memiliki impian dan rencana jalan-jalan/ liburan ke Brunei Darussalam ini.

Friday, March 25, 2022

Cantiknya Jembatan berkubah Emas, Destinasi Baru di Brunei Darussalam

Jembatan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha

    Tidak hanya negara Indonesia di era Jokowi saja yang giat membangun banyak infrastruktur, salah satu negara tetangga kita yaitu Brunei Darussalam juga sedang memiliki beberapa mega project infrastruktur di negerinya. Dua diantaranya yaitu jembatan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha yang baru saja selesai dibangun pada tahun 2017 serta satu lagi jembatan Temburong yang akan menjadi jembatan terpanjang dan termegah di Brunei Darussalam.
Pada saat saya project di Brunei jembatan Temburong ini masih tahap konstruksi karena menurut rencana jembatan ini baru akan rampung pada akhir tahun 2019. Saya bisa melihat perkembangannya setiap kali melalui jalan Kota Batu ke arah Serasa. Jembatan ini rencananya akan menghubungkan distrik Muara dengan distrik Temburong sehingga bisa memangkas waktu perjalanan dari 2 jam melalui Limbang menjadi hanya 30 menit saja. Jembatan ini akan membentang sepanjang 30 kilometer dari Jalan Utama Mentiri di Distrik Muara hingga ke Jalan Labu di distrik Temburong. 

Sunday, May 30, 2021

Asia Overland. Berkunjung ke Tamu Kianggeh, Pasar Tradisional di Bandar Seri Begawan

Merasa sudah cukup menjelajahi Kampung Ayer, akupun penasaran untuk mendatangi pasar tradisional yang diceritakan ibu Dini. Dari perkampungan ini dengan perahu kayu bermesin yang merupakan alat transportasi utama aku membaur dengan penduduk lokal menuju ke pasar, ongkosnya pun harga lokal yaitu 1 Ringgit untuk sekali penyebrangan.
Aroma pasar selalu spesial di hidungku, hari itu suasana di pasar tampak begitu ramai dipadati penjual dan pembeli yang berjumpa untuk melakukan transaksi. Dari beberapa penjual yang kulihat, tampaknya merekapun hidup cukup, hal ini dapat kulihat dari model telepon genggam yang mereka pegang dengan layar sentuh model terkini, bahkan beberapa di antaranya tampak mengenakan beberapa gelang emas berukuran besar yang melingkar di pergelangan tangan mereka. 

Thursday, May 27, 2021

Asia Overland. Sepenggal Kisah Pendatang di Venice Timur

Setelah keheningan malam mulai memecah, seiring dengan sang surya yang mulai merekah. Disisa hariku di Brunei aku memutuskan untuk kembali menyusuri Kampung Ayer untuk menyelami lebih dalam kehidupan di kampung itu, sendiri tanpa Mr. Bartek dikarenakan ia harus melanjutkan perjalananya ke kota Miri. Ketika semalam air pasang menutup dasar tepi sungai, di pagi hari ini tampak surut sehingga dasarnya tampak dengan jelas. Ribuan kawanan kepiting bergeliat muncul dari persembunyiannya, begitu juga halnya dengan kawanan monyet liar yang turun dari hutan seakan ingin bermain dalam keheningan pagi itu.
Berinteraksi secara langsung dan mengamati lebih dekat kehidupan di perkampungan ini membuatku merasakan hal yang berbeda. Kehidupan bersahaja tanpa hiruk-pikuk suara bising perkotaan dengan keakraban yang hangat. Tak ada yang lebih nikmat duduk santai selonjoran di tepi jembatan kayu sambil mengamati kehidupan di kampung ini. Tak perlu harus diburu waktu, aku hanya ingin menikmatinya sesaat dengan penuh ketenangan. Karena sangat disayangkan jika hanya melihat Kampong Ayer dari kejauhan tanpa menyusuri eksotisme kehidupan di rumah panggung dan masuk kedalam lorong kecil yang menjalar disetiap sudutnya.

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.