Wednesday, October 30, 2013

Sungai Baung, Sebuah Pedalaman Hutan Produksi di Sumatera Selatan



Sungai Baung, Sepanjang Mata Memandang Terhampar Luas Hutan Belantara

Sungai Baung, jika kata tersebut dilakukan pencarian sebagai kata kunci melalui mesin pencari seperti google maupun google maps, rasanya sangat sulit untuk mendapatkan informasi keberadaan mengenai tempat ini karena memang lokasinya yang berada di pedalaman hutan Sumatera Selatan.
Untuk mencapai tempat ini satu-satunya cara yaitu melalui akses sungai dengan moda transportasi perahu speed boat dari Dermaga yang terletak dekat Jembatan Ampera. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai tempat ini yaitu dua hingga tiga jam tergantung kondisi cuaca dan gelombang disungai yang dilalui.
Perjalanan menyusuri Sungai Musi menuju Sungai Baung dimulai dari rute jembatan Ampera, Sungai Musi, Pulau Kemaro, saluran primer dari Desa Cinta Manis dan Desa Sebokor hingga sampai ke pedalaman hutan menuju Sungai Baung yang merupakan salah satu hutan produksi yang menghasilkan kayu untuk bahan baku utama pembuatan kertas.

Speed Boat Tiba di Hutan Sungai Baung, Sumatera Selatan
 Jika ditelisik dari namanya yang berasal dari kata Sungai dan Baung, nama Baung merupakan nama ikan yang hidup diperairan sungai di Sumatera Selatan. Ikan baung memiliki tekstur daging berwarna lembut putih, tebal tanpa duri halus yang menjadikan ikan ini begitu digemari masyarakat dan diolah menjadi beberapa menu yang lezat diantaranya pindang baung, baung asam padeh serta kan baung asap. Jika dikombinasikan diberikan nama sungai Baung rasanya karena disungai ini sebagai salah satu tempat hidup ikan Baung.

   Pemandangan Alam yang Disuguhkan di Sungai Baung

Ditempat ini sinyal begitu mahal harganya, untuk mendapatkan sinyal kita harus mendekati salah satu tower telekomunikasi yang satu-satunya berdiri didekat lahan pembibitan. Begitu juga dengan listriknya yang masih mengandalkan genset yang menggunakan bahan bakar solar.
Berada ditempat ini sungguh memberikan suasana yang damai jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Suasana yang hening dan damai adalah hal yang selalu disajikan ditempat ini. Dikala senja mulai menyingsing, lantunan lagu dari binatang malam meramaikan suasana yang memberikan ketenangan. Udara yang bersih tanpa polusi memberikan kehidupan yang sehat bagi setiap mahluk hidup yang tinggal ditempat ini. 

Jika Air Sungai Sedang Surut, Hanya Perahu Kecil Saja Yang Dapat Melewati Sungai Ini
Jalur Darat dan Jembatan Yang bertahun-tahun Tak Kunjung Selesai, Satu-satunya Akses Kesini yaitu Lewat Sungai
Refleksi awan yang tercermin di Air Sungai
 Langit biru yang jernih dengan awan cumulus nimbus yang menggantung dengan indahnya disaat siang menjadi pemandangan yang memukau setiap pasang mata yang memandang dari refleksi air sungai yang membentang. Disaat malam taburan bintang yang tak terhalang polusi cahaya memberikan kedamaian malam untuk relax dan bersantai. Kehidupan disore hari pun dapat diisi dengan santai dipinggir sungai sembari memancing atau menunggu langit senja ditengah hamparan hutan yang menghijau sejauh mata memandang.
Langit Senja di Salah Satu Sudut Hutan Sungai Baung, Sumatera Selatan
Awan Unik, Langit Senja dan Pelangi di Sungai Baung
Maka nikmat tuhan mana lagi yang engkau ingkari dengan kondisi damai seperti ini? Ya rasanya sangat nyaman bisa hidup berdampingan dengan alam dan saling menjaga berlangsungnya keragaman hayati ditempat ini. Semoga saja :)

Follow my instagram & twitter account : @travelographers

Baca artikel lain terkait mengenai Banyuasin, Sungai Musi dan Sumatera Selatan :

No comments:

Post a Comment

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.