Tuesday, December 23, 2014

Menikmati Infinity Pool di Regalia @Sultan Ismail, Kuala Lumpur

regalia residence, regalia @sultan ismail, hemisphere KL, Kuala Lumpur, petronas, Twin tower, Kl Tower, Infinity pool, sky terrace, roof top, malaysia
Menikmati Kolam Renang Dengan View Yang Fantastis di Regalia @Sultan Ismail
Jika Singapura memiliki Marina Bay Sands yang memiliki fasilitas kolam renang infinity pool di luar ruangan terbaik dengan pemandangan gedung-gedung pencakar langit di Singapura maka boleh ku katakan di Kuala Lumpur Malaysia memiliki hotel dan service apartement bernama Regalia @Sultan Ismail yang menyajikan pemandangan gedung-gedung pencakar langit di kota Kuala Lumpur Malaysia.
Dengan memiliki kolam renang berbentuk persegi dan jacuzzi di atap gedung yang menghadap ke hamparan bangunan-bangunan tinggi yang menjulang tentunya memberikan sensasi dan pengalaman yang berkesan. Terlebih lagi diantara gedung-gedung tersebut menjulang dua bangunan ikonik kota Kuala Lumpur yaitu Menara Kembar Petronas (Twin Tower) dan Menara Kuala Lumpur (KL Tower).

Monday, December 22, 2014

Menginap di Regalia @Sultan Ismail Kuala Lumpur, Malaysia

regalia residence, regalia @sultan ismail, hemisphere KL, Kuala Lumpur, petronas, Twin tower, Kl Tower, Infinity pool, sky terrace, roof top, malaysia
View Yang Bisa Kamu Dapatkan Untuk Kamar Yang Menghadap ke Kota Kuala Lumpur
Jika kamu hendak mencari penginapan di Kuala Lumpur yang nyaman seperti rumah sendiri dengan ruangan yang besar untuk berlibur bersama keluarga, teman-teman maupun dalam kelompok tentunya Regalia @Sultan Ismail bisa menjadi salah satu pilihan. Dengan memiliki konsep service apartement Regalia @Sultan Ismail memiliki fasilitas kamar yang dilengkapi dengan dapur yang dilengkapi dengan lemari es dan microwave, ruang makan, kamar mandi dengan konsep minimalis modern, ruang tamu serta kamar dengan tempat tidur yang nyaman serta pada beberapa tipe dilengkapi juga dengan balkon pribadi untuk menikmati panorama kota Kuala Lumpur. Untuk menambah kenyamanan pada setiap unitnya disediakan televisi layar datar dengan layanan TV cable serta akses wifi sebagai salah satu fasilitas hiburannya.
Regalia @Sultan Ismail memiliki 173 kamar dengan berbagai tipe yang dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan budget diantaranya adalah:
·         Type Studio Premier
·         Type One Bed Room Premier
·         Type Regalia Family Suite
·         Type Three Bed Room Premier

Tuesday, August 26, 2014

Sailing Trip, Berlabuh di Labuan Bajo Flores


Pelabuhan Labuan Bajo di Flores Yang Cantik dan Mempesona
      Kapal kembali melaju. Dari kejauhan sejumlah kapal motor dan perahu kayu terdampar acak-acakan di Pelabuhan Labuan Bajo, berlatarkan hamparan bukit-bukit gamping yang mencuat di atas air laut yang tenang membiru dan sederetan rumah dan penginapan yang tampak bertumpuk-tumpuk di perbukitan.
     Kapal kargo pengangkut kontainer barang dan sebuah kapal ferry bertuliskan “We Love Indonesia” di kedua sisinya ikut meramaikan suasana Pelabuhan itu. Tampak juga kapal-kapal yacht mewah dan perahu pinisi bertiang tiga tanpa layar yang terkembang mempercantik suasana sore hari di Labuan Bajo.

Friday, August 22, 2014

Air Asia Menerbangkan Mimpiku Menjadi Nyata

Pesawat Air Asia Yang Siap Menerbangkan Setiap Mimpi Untuk Mulai Menjelajah Dunia
     Pagi itu bandara sudah begitu ramai, tak kalah riuhnya dengan terminal bus yang ada di pusat kota. Antrian sudah mengular panjang berkelok hingga pintu masuk setelah pemeriksaan dengan sinar x-ray. Tampak ratusan orang menunggu giliran untuk mendaftarkan diri ke beberapa loket yang telah disediakan. Deg! Jantungku berdetak lebih kencang setelah menatap jam dinding yang terpasang di salah satu sudut terminal. Arrrgh!, aku sampai ke bandara semepet ini karena bus Damri yang terlalu lama beranjak menuju bandara. Keluhku.
     Dalam kegelisahanku menanti giliran untuk mendapatkan boarding pass, kekhawatiran untuk ketinggalan pesawat begitu besar. Dalam diamku aku berdoa untuk lancarkan dalam segala perjalananku ini. Beberapa menit berselang, ada seorang petugas Air Asia bertanya ke calon penumpang yang berbaris diantrian,
      “Ada yang tujuan ke Singapore?” Ucapnya bertanya.
     Sontak saja saya menjawab “Saya pak”, Ucapku mengacungkan jari.
     “Ayo ikut saya untuk dibantu check in”. Jawabnya.

Tuesday, August 5, 2014

Sailing Trip, Pulau Mungil Bernama Kelor

Pulau Kelor, Taman Nasional Komodo - Indonesia
      Seusai makan siang, kapal tiba di perairan Pulau Kelor yang letaknya tak jauh dari Loh Liang Pulau Komodo. Pulau ini tampak mungil jika dibandingkan Pulau lainnya, namun, hamparan pasir putih yang juga tampak berwarna merah muda dengan sebuah bukit gamping berumput kuning keemasan mencuat di tengah air membuat pulau ini tampak begitu spesial.
   Dua buah perahu kecil tampak bersandar di pasir putih di bagian selatannya mengantarkan beberapa tamu yang semuanya warga negara asing. Satu persatu kami mulai melompat dari atas kapal untuk berenang dan snorkeling ke tepian Pulau Kelor. Ketika mata memandang kehidupan bawah laut di pulau ini dari balik google, pada pasir putihnya terhampar pecahan karang-karang memutih yang berserakan mati.

Monday, August 4, 2014

Sailing Trip, Savana Yang Menguning di Pulau Rinca

Savana Yang Menguning di Pulau Rinca, Kepulauan Komodo - Indonesia
      “Welcome to Komodo National Park Loh Buaya” Sebuah gapura kayu di ujung dermaga berdiri kokoh menyambut siapa saja yang datang ke Pulau ini. Setidaknya ada beberapa display informasi yang mengisyaratkan larangan untuk tidak menyalakan api, berburu binatang liar, melakukan penebangan hutan serta melempar jangkar di perairan Loh Buaya ini.
     Pulau Rinca yang juga masuk menjadi bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO yang perlu dilestarikan ini merupakan habitat asli binatang Komodo serta berbagai jenis binatang lain seperti kerbau, ayam hutan, monyet, rusa, babi liar dan burung-burung. Dan kabarnya sama seperti Komodo yang merupakan salah satu hewan purba, binatang buaya juga hidup di Loh Buaya ini. 

Sunday, August 3, 2014

Live aboard, Sunrise From Our Boat Near Kalong Island


sailing trip, living on board, live aboard, lombok, sumbawa, dompu, komodo, flores, labuan bajo, sunrise
Sunrise From Our Boat Near Kalong Island

     A perfect morning with beautiful sunrise wake me up. This is my 4th day living on board Sailing Adventure Trip from Lombok to Komodo National Park. And this sunrise gonna be our last sunrise from the boat in this 4D4N Sailing Trip. But God give us a unforgettable moment with one of the most beautiful sunrise I’ve ever seen in my life and make my morning like no other.
     Have you noticed that during sunrises, the sky turns different shades of red, yellow, and orange?. While breakfast, I am so enjoy this sunrise moment. Surely, enjoy the sunrise from the boat experience is really one of the bucket list that people should have in their life!

Saturday, August 2, 2014

Sailing Trip, Mentari Pagi di Taman Nasional Pulau Komodo


sailing trip, living on board, live aboard, lombok, sumbawa, dompu, komodo, flores, labuan bajo
Mentari Pagi Dari Atas Kapal Kami di Perairan Pulau Komodo

      Rasanya Negeri Flores tidak pernah bosan untuk menghadirkan mentari pagi yang indah di perjalanan kami. Walaupun matahari terbit bersembunyi dari balik gugusan pulau di Taman Nasional Komodo, namun semburat merah yang merona di langit Flores begitu mempesona. Bagi siapa saja yang mengagumi keindahan mentari pagi tentunya dapat menikmati matahari terbit dari atas kapal di Taman Nasional Komodo menjadi pengalaman yang berbeda.
     Setelah bermalam di perairan Pulau Kalong yang relatif tenang, perjalanan pagi ini dilanjutkan menuju Pulau Rinca sebagai salah satu habitat asli binatang purba Komodo tinggal. Sang Nahkoda mengarahkan kemudi dari Pulau Kalong melewati gugusan kepulauan di Taman Nasional Komodo yang bertekstur berbukit-bukit dengan semak-semak rumput yang menguning.

Friday, August 1, 2014

Sailing Trip, Kampung Komodo dan Senja di Pulau Kalong

sailing trip, living on board, live aboard, lombok, sumbawa, dompu, komodo, flores, labuan bajo, sunset
Kampung Komodo, Taman Nasional Pulau Komodo - Indonesia
       Pukul 17:18 WITA, Kapal kami sudah beranjak mendekati perairan Pulau Kalong untuk bermalam. Dalam pelayaran kami sempat melewati Kampung Komodo yang merupakan desa nelayan yang tinggal di rumah panggung yang dibangun bertingkat dengan bentuk atap bersilang. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai nelayan sehingga semua kebutuhannya sangat mengandalkan laut sebagai penunjang kehidupan, namun ada sebagian orang yang juga berjualan seperti dua perahu sampan yang mendekati Kapal kami. Dengan mengayuh dayung kayu mereka terus berusaha menghampiri kapal kami dan menawari barang dagangannya seperti souvenir atau minuman bir ke orang-orang yang ada di kapal.
       Di Kampung Komodo diperkirakan terdapat 300 rumah yang dihuni etnis Bugis yang telah berhasil hidup berdampingan dengan Komodo yang juga tinggal di Pulau Komodo. Mereka juga dikenal sebagai suku Komodo yang dianggap memiliki hubungan erat dengan bintang tersebut. Seiring dengan senja yang semakin memerah menyinari luasnya samudera, Bang Mahdi memegang seputung rokok yang telah dibakar dan dihisapnya pelan-pelan.

Saturday, July 26, 2014

Sailing Trip, Keindahan Bawah Laut Pantai Merah/ Pink Beach

sailing trip, living on board, live aboard, lombok, sumbawa, dompu, komodo, flores, labuan bajo, sunset
Soft Coral Dan Hard Coral di Perairan Pantai Merah Relatif Terjaga Alami
     Tak hanya keindahan pantainya yang pasirnya tampak berwarna merah muda, di Pantai ini juga terkenal dengan keindahan terumbu karangnya. Untuk mencegah kerusakan terdapat peraturan bagi semua perahu yang singgah di pantai ini tidak boleh melemparkan jangkar agar tidak merusak terumbu karang dibawahnya.
     Terumbu karang disini cukup terjaga kelestariannya dan beraneka warna sebagai tempat hidup berbagai jenis ikan dan binatang laut lainnya yang beragam. Walaupun sebagian telah hancur baik karena ulah manusia maupun karena efek pemanasan global yang membuat terumbu karang memutih (coral bleaching), namun hal itu tidak mengurangi pesonanya.

Thursday, July 24, 2014

Sailing Trip, Melihat Pasir Pantai Merah/ Pink Beach Lebih Dekat

Pantai Merah / Pink Beach Dengan Warna Pasir Pantainya Berwarna Kemerahan
     Kapal kembali berlayar melanjutkan perjalanan, kali ini tujuannya ke Pantai Merah yang lebih dikenal dengan nama Pink Beach. Tak sampai dua puluh lima menit menyebrang laut dari Pulau Komodo, kapal kami tiba di perairan dekat pantai yang terkenal unik dengan gugusan pasir nya yang berwarna merah muda ini.
    Kapal kami yang cukup besar hanya dapat berhenti di tengah perairan. Berbeda kondisinya dengan beberapa perahu kecil yang dapat berlabuh di lepas pesisir pulau. Untuk dapat mengunjungi pantai berpasir merah itu mau tidak mau kami harus berenang kurang lebih dua ratus meter ketepian. Seperti pepatah sambil menyelam minum air, kamipun berenang menuju Pink Beach sembari snorkeling menikmati keindahan bawah laut di Pulau ini.

Friday, July 18, 2014

Sailing Trip, Bertamu ke Taman Purba Pulau Komodo

sailing trip, living on board, live aboard, lombok, sumbawa, dompu, komodo, flores, labuan bajo, sunrise
Salah Satu Komodo Yang Hidup Liar di Pulau Komodo, Indonesia
     Kurang lebih dua jam tiga puluh menit kapal berlayar dari Pulau Gili Laba, kini kapal telah sampai dan berlabuh di Perairan Loh Liang Pulau Komodo yang telah dilengkapi dermaga beton yang kokoh. Kedatangan kami disambut sebuah gapura bertuliskan “Welcome to Komodo National Park” dengan dua buah patung komodo dibagian atas gapuranya. Beberapa bangunan untuk kantor pengelola tampak berdiri tegak bersandingan dengan kafetaria dan sederetan lapak penjual souvenir khas Taman Nasional Pulau Komodo.
     Kami berkumpul di sebuah aula untuk mendengarkan arahan dari para Ranger. Dengan waktu berkunjung kami di bulan Juni mereka mengatakan bahwa musim ini merupakan musim kawin dimana umumnya para komodo akan masuk ke dalam hutan untuk mencari pasangan dan mengasingkan diri. Setidaknya ada tiga pilihan jalur yang dapat ditempuh yaitu short trek, medium trek, atau long trek. Dengan kondisi kelompok kami yang cukup ramai para ranger menyarankan untuk mengambil yang medium trek walaupun sebagian besar bule sepertinya tak mau rugi dan berniat mengambil long trek.

Wednesday, July 16, 2014

Live aboard, The Breathtaking Landscape of Gili Laba Island

sailing trip, living on board, live aboard, lombok, sumbawa, dompu, komodo, flores, labuan bajo, sunrise
The Breathtaking Landscape of Gili Laba Island
      Have I told you lately that You should do Sailing Adventure Trip From Lombok Island to Komodo Island in Flores, Indonesia as one things you should do before you die? Yeah, absolultely the trip is worth it because the panorama view during the sailing was unforgettable. You can enjoy beautiful sea landscape and amazing island with the breathtaking coral sea gardens with colorful of fish and marine.
     You could see how yellow brown the island was and how the sun light shone the islands surrounding to give the shades of color within the islands and the sea. When we arriving in Gili Laba Island in the morning, our boat approached the shore. Our boat was quite big so it could not really touch the beach. We had to swim or take “Sampan” small boat to reach the island.

Wednesday, July 9, 2014

Sailing Trip, Menghela Nafas di Tengah Keindahan Gili Laba



sailing trip, living on board, live aboard, lombok, sumbawa, dompu, komodo, flores, labuan bajo, sunrise
Keindahan Gili Laba, Kepulauan Komodo - Indonesia

      Aku merasakan gerak kapal melambat dan akhirnya berhenti di pinggir sebuah pulau bernama Gili Laba/ Gili Lawa. Kapal kami dikelilingi beberapa pulau besar namun memiliki tekstur yang sama dengan bukit gersang yang ditumbuhi ilalang dan rerumputan berwarna kekuningan. Semuanya masih alami dan terjaga kelestariannya. Dalam hati ini tidak henti-hentinya kuucapkan rasa syukur ketika aku dapat mewujudkan mimpiku menikmati panorama negeri Flores yang mengagumkan. Sungguh Indahnya.
       Seperti yang sudah-sudah, karena tidak ada dermaga kapal kami berhenti di tengah laut sehingga harus berenang ke tepian atau naik perahu sampan untuk sampai ke daratan Gili Laba. Setelah selesai sarapan, kami melakukan persiapan pendakian ke puncak Gili Laba untuk menikmati pemandangan yang lebih spektakuler. Setelah semuanya telah berkumpul di tepi pantai Gili Laba, pendakianpun dimulai untuk mencapai satu tujuan. Langkah demi langkah kami lalui bersama dengan rombongan. Ada yang melaju cepat ada juga yang berjalan santai mengukuti ritme kemampuan fisik.

Monday, July 7, 2014

Sailing Trip, Mentari di Perairan Gili Laba

sailing trip, living on board, live aboard, lombok, sumbawa, dompu, komodo, flores, labuan bajo, sunrise
Sailing, Sunrise di Perairan Gili Laba
         Malam telah berlalu begitu cepat, mentari di hari ketiga pelayaran kami masih bersinar dengan indahnya. Awalnya langit masih tampak gelap kini mulai disinari mentari pagi yang mulai muncul dari balik gugusan pulau seiring dengan semburat kuning orange yang mewarnai awan cirrus di atas langit Flores. Aku duduk di ruang kemudi menemani beberapa anak buah kapal tanpa bicara, memandang ke laut lepas menyaksikan kebesaran Tuhan. 
       Di kejauhan sana, beberapa pulau terlihat menampilkan aura keindahannya. Gugusan pulau yang diselimuti ilalang kering khas musim kemarau tampak berkilau kuning keemasan ketika sinar matahari menyinari sederetan bukit pada gugusan pulau. Pemandangan ini membuatku berimajinasi seperti masuk dalam lorong waktu melihat kondisi pulau purba yang telah ada sejak jutaan tahun yang lalu. 

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.