Tuesday, May 8, 2012

Jamur yang Berkilau di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Gunung Halimun Salak, Sukabumi

Di daerah Sukabumi terdapat sebuah Taman Nasional yang merupakan kawasan konservasi yang dilindungi, didalamnya terkandung keanekaragaman hayati yang beberapa jenis flora dan fauna yang langka dan dilindungi, beberapa diantaranya adalah owa jawa, macan tutul jawa dan elang jawa. Untuk mencapai lokasi taman nasional ini dapat melalui Bogor atau Sukabumi menuju Parungkuda kemudian ke arah Kabandungan dengan jarak sekitar 50 km. Alternatif lain yaitu melalui Bogor-Cisangku atau Rangkasbitung,Bayah menuju Ciparay.

Selain sebagai tempat pariwisata alam yang sangat menarik, karena memiliki obyek wisata dan daya tarik alam yang dimilikinya, tempat ini juga dijadikan penelitian beberapa jenis satwa khususnya jenis burung.  Keheningan hutan dengan kicauan burung yang bertengger diatas pepohonan tentunya menjadi daya tarik dan menjadi obyek pengamatan satwa yang menarik untuk diteliti.

Dahulunya terdapat fasilitas canopy trail di Cikaniki yaitu sebuh jembatan yang dibuat melintang diatas pepohonan yang tinggi guna keperluan penelitian tersebut, kini jembatan tersebut sudah tidak dapat dilewati lagi untuk alasan keamanan dikarenakan jembatan tersebut sudah tidak layak lagi untuk dilewati. Hal ini disebabkan karena pihak taman nasional kekurangan dana untuk melakukan perawatan terhadap beberapa fasilitas didalam Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang tentunya mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah pusat atau setempat untuk pengelolaan , perawatan dan keperluan operasional lainnya.

Tuesday, April 24, 2012

Berpetualang di Rumah Badak Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon.

Keindahan Pulau Badul di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon
        Taman Nasional Ujung Kulon telah ditetapkan sebagai situs Warisan Alam Dunia sejak tahun 1991 oleh UNESCO yang tentunya merupakan kawasan yang dilindungi dan dijaga kelestariannya. Kondisinya yang masih relatif alami membuat setiap pengunjung yang datang akan meninggalkan kesan yang tak akan terlupakan mengingat banyak pesona alam yang ada ditempat ini sulit ditemukan ditempat lain.
       Keanekaragaman hayati yang dilindungi di taman nasional ini mencakup ekosistem perairan laut, ekosistem rawa dan ekosistem daratan yang merupakan bagian dari ekosistem hutan hujan tropis  pada dataran rendah terluas di Jawa Barat. Di Taman Nasional Ujung Kulon terdapat ratusan satwa dan tumbuhan yang dilindungi khususnya untuk menjaga kelangsungan hidup badak jawa dan banteng yang telah dinyatakan hewan yang hampir punah karena populasinya yang terus semakin sedikit.
      Selain badak dan banteng masih banyak satwa lain yang habitat alaminya di Taman nasional ini diantaranya rusa timor yang tersebar di semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Panaitan dan kepulauan Handeuleum. Mendirikan tenda dan merasakan hidup berdampingan dengan alam dan satwa-satwa liar ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan ketika disini, khususnya ketika bermalam di pulau handeleum.

Wednesday, April 18, 2012

Keajaiban Kota Kuno Solo


   
(Central Java Overland Part V) 

Kota Surakarta yang lebih dikenal dengan kota Solo memiliki slogan pariwisata The Spirit of Java ini atau jiwanya Jawa, yang dibuat sebagai pencitraan untuk mengukuhkan kota Solo sebagai pusat kebudayaan dipulau jawa. Tak salah jika kota ini dinominasikan menjadi salah satu kandidat New7wonders City. Walaupun pemilihan keajaiban dunia yang baru untuk kategori kota ini tidak seheboh untuk kategori alam.
 Secara topografi, kota solo merupakan sebuah daratan rendah yang terletak dicekungan lereng pegunungan Lawu dan pegunungan Merapi. Kota Solo dibelah oleh 3 sungai besar yaitu sungai Bengawan solo, kali Jenes dan kali Pepe. Dari ketiga sungai ini, tentu saja yang paling terkenal adalah Bengawan Solo dimana sungai ini telah menginspirasikan artis keroncong Gesang untuk menciptakan lagu berjudul Bengawan Solo yang begitu melegenda hingga kini.
Selain dikenal sebagai kota budaya, kota ini juga dikenal sebagai salah satu sentra penghasil batik yang juga merupakan salah satu kota batik selain kota Pekalongan, Cirebon dan Yogyakarta yang masing-masing kota memiliki ciri khas motif yang berbeda.

Monday, April 16, 2012

Pulang ke Kotamu, Yogyakarta


Stasiun Tugu, Yogyakarta
(Central Java Overland part IV)
 Kota Yogyakarta selain identik dengan gudegnya, tentunya juga tak bisa dipisahkan dengan keraton ngaYogyakarta yang dikenal secara umum oleh masyarakat dengan nama keraton Yogyakarta dimana bangunan ini sebagai salah satu kerajaan Nusantara yang masih bertahan hingga kini. Dilansir dari sumber wikipedia, Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Yogyakarta sampai tahun 1950 ketika pemerintah Negara Bagian Republik Indonesia menjadikan Kesultanan Yogyakarta (bersama-sama Kadipaten Paku Alaman) sebagai sebuah daerah berotonomi khusus setingkat provinsi dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.
      Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti di tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram Kartasura dan Surakarta, yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.
     Keraton ngaYogyakarta memiliki tujuh komplek inti yaitu Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. 

Friday, April 13, 2012

Borobudur aku kembali



Candi Borobudur, Indonesia
(Central Java Overland Part III) 
Perjalanan dari Ketep Pass Magelang ke candi Borobudur berjarak sekitar 26,1 km atau kurang lebih 1 jam 30 menit menggunakan angkutan umum, dimana lokasi ini juga menjadi salah satu tempat yang wajib disinggahi dalam ­­­perjalanan dari kota Magelang menuju Yogyakarta.
Lokasi candi Borobudur kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Candi Borobudur merupakan salah satu cagar budaya dunia yang masuk dalam UNESCO world heritage, dimana candi ini juga masuk dalam satu dari tujuh keajaiban dunia. Ada sebuah teori yang menyatakan nama Borobudur berasal dari kata Sambharabhudara, yang artinya gunung asal kata dari bhudara, dimana dilereng-lerengnya terletak teras-teras.
Nama Borobudur dari beberapa etimologi rakyat lainnya menyatakan Borobudur berasal dari ucapan para Buddha yang karena pergeseran bunyi menjadi Borobudur. Penjelasan lain adalah bahwa nama ini berasal dari dua kata yaitu bara dan beduhur. Kata bara berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain dimana bara berasal dari bahasa sanserkerta yang artinya kompleks candi atau biara, sedangkan beduhur  artinya adalah tinggi atau mengingatkan dalam bahasa bali yang berarti diatas. Jadi maksudnya adalah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah yang tinggi, dimana kita ketahui Borobudur terletak di daerah dekat pegunungan.

Thursday, April 12, 2012

Panorama Atraktif Lima Gunung dari Ketep Pass

Pemandangan Gunung Merapi dikala Pagi dari Ketep Pass

(Central Java Overland Part II)


           Salah satu tempat tujuan wisata unggulan di Kabupaten Magelang yaitu Gardu Pandang Ketep Pass. Dari tempat ini kita dapat menikmati panorama atraktif 5 Gunung dari 1 tempat yaitu pemandangan Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Selamet, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing.
Lokasi Gardu Pandang Ketep terletak pada ketinggian 1200 meter dari permukaan laut, dimana Ketep Pass ini berjarak 116,8 km dari dataran tinggi Dieng, dan 26,2 km dari kota Magelang. Dari lokasi ini dapat menikmati panorama atraktif gunung Merapi – Merbabu dengan terasiring lahan perkebunan dan pertanian penduduk sekitar yang umumnya menanam jagung dan padi. Selain dapat menikmati panorama alam dengan pemandangan Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Selamet, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, anda juga disuguhkan pemandangan beberapa deretan pegunungan kecil yang dapat terlihat dari gardu pandang ketep seperti Telomoyo, Dieng, Andong serta perbukitan Menoreh. 
Fasilitas ditempat ini bisa dibilang cukup lengkap dan sudah tersusun rapi, selain tempat parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan bermotor, juga dapat menampung bus besar yang umumnya digunakan untuk tour pariwisata. Fasilitas yang wajib dikunjungi salah satunya adalah Ketep Volcano Theatre yang terletak di pelataran Panca Arga dengan tiket masuk kurang lebih 5000 rupiah. Di theatre ini anda akan disuguhkan film yang berdurasi kurang lebih 25 menit dengan judul “The Life of Merapi Land” dimana film ini berisi mengenai sejarah dan teori asal mula terbentuknya Gunung Merapi, aktivitas penelitian gunung merapi, aktivitas pendakian serta peristiwa meletusnya Gunung Merapi.


Dieng Plateau, Sebuah Negeri Diatas Awan



(Central Java Overland Part I)
Di Jawa Tengah terdapat dataran tinggi Dieng yang dikenal sebagai dataran tinggi kedua dunia setelah Nepal, tingginya 2093 meter diatas permukaan laut atau mencapai ketinggian 6000 kaki. Dataran tinggi Dieng masuk dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo yang letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, dimana secara administrasi dalam pemerintahan, Kawasan Dataran Tinggi Dieng termasuk dalam Kabupaten Wonosobo, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng Wetan.
Seperti halnya Yellowstone di USA atau Dataran tinggi Tengger di Jawa timur, dataran tinggi Dieng adalah dataran dengan aktivitas vulkanik dibawah permukaannya, yang dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa. Kawah-kawah kepundan banyak dijumpai disana yang sesungguhnya adalah kaldera dengan gunung-gunung di sekitarnya sebagai tepinya dan terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air dan berbagai material vulkanik lainnya. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Suhu di Dieng Plateau sejuk mendekati dingin yang berkisar 15 sampai 20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. 


Wednesday, April 11, 2012

Primadona baru wisata Jakarta – Kepulauan Seribu

Jernihnya Laut di Pulau Karya, Salah satu pulau di Kepulauan Seribu
     Tak dapat dipungkiri, peran internet di era perkembangan teknologi yang pesat ini membuat informasi mengenai wisata di kepulauan seribu mengalir begitu cepat. Dari tahun ke tahun aku mengunjungi tempat ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kepulauan seribu terus meningkat dan semakin ramai saja. Peningkatan ini juga seharusnya diimbangi dengan pembangunan fasilitas dan transportasi yang memadai.
        Hal ini dijawab oleh Pemprov DKI pada awal 2012 telah meresmikan dermaga penumpang baru di muara angke yang semoga kedepannya jumlah kapal yang beroperasi pun akan bertambah agar dapat memenuhi kebutuhan transportasi para wisatawan sehingga setiap kapal yang berangkat dapat memenuhi standar keselamatan penumpang sesuai dengan kapasitas. Dengan kehadiran pelabuhan baru ini tentu saja membuat suasananya jadi lebih nyaman dibanding yang sebelumnya dimana masih digabung dengan dermaga kapal pencari ikan.

Tuesday, April 10, 2012

Berakhir pekan di Kepulauan Seribu dari Tanjung Pasir

Siluet Senja di Tanjung Pasir

     Masalah klasik untuk sebagian besar orang untuk berlibur yaitu karena budget dan waktu. Atau bisa juga untuk sebagian orang sudah mulai bosan dengan tempat berakhir pekan yang itu-itu saja, sebagai contoh sudah sangat umum orang yang tinggal di sekitar Jabodetabek akan menghabiskan waktu weekend nya untuk pergi kedaerah Bogor, Puncak, Ancol atau pantai Anyer.
    Bagi kamu yang tinggal disekitar Jabodetabek yang hanya memiliki waktu 1 hari untuk berlibur dengan budget tak lebih dari 100 ribu rupiah, tak ada salahnya untuk mencoba menuju kepulauan seribu yang terdekat melalui tanjung pasir.
    Tentunya untuk sebagian orang akan muncul pertanyaan seperti : Loh? Memang bisa, bukannya untuk ke kepulauan seribu harus menginap? bukannya budgetnya lebih dari 200 ribu? dan mungkin puluhan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.