Wednesday, December 30, 2015

Kuala Lumpur, 5 Tahun Yang Lalu dan Sekarang



Kota Kuala Lumpur di Pagi Hari

5 tahun lalu.
Di suatu sore aku melangkah mengikuti arus manusia, berjalan menyusuri jalan bawah tanah setibanya di stasiun LRT KLCC yang merupakan stasiun terdekat untuk mengunjungi twin tower yang menjadi kebanggaan Negeri Jiran. Setelah melewati barisan pertokoan yang memanjang di pusat perbelanjaan Suria KLCC yang berdiri di bawah Menara Kembar Petronas ini pandanganku langsung tertuju pada kemegahan dua menara yang menjulang tinggi dengan gagahnya. Ini adalah pertama kalinya aku menjejakan kaki di kota Kuala Lumpur Malaysia.
Aku terkesima memandang kemegahan menara hasil rancangan Adamson Associates Architects Kanada, bersama Cesar Pelli yang merupakan arsitek asal Amerika Serikat ini. Jika kuamati lebih detil desain interiornya secara tegas merefleksikan filosofi negara federasi Malaysia serta kultur seni dan budaya islam yang berakar kuat di negeri ini. Bagian luar bangunan terbuat dari kaca dan baja yang membungkus beton untuk memperkuat struktur bangunan yang memiliki tinggi 452 meter dan terdiri atas 88 lantai ini.

Keindahan arsitektur nya menjadi salah satu daya tarik Menara Kembar Petronas yang tak pernah surut untuk dikunjungi dan dikagumi oleh warga Malaysia sendiri maupun wisatawan asing dari berbagai penjuru dunia. Begitu juga dengan minat para pekerja dari Indonesia yang tidak pernah surut untuk mengadu nasib di negeri jiran yang kabarnya ikut membangun menara kembar ini. Mungkinkah suatu saat akupun juga akan bekerja di negeri ini?, Mimpiku.
Pertama Kalinya Berkunjung ke kota Kuala Lumpur, Negeri Jiran Malaysia
Pertama Kalinya Berkunjung ke kota Kuala Lumpur, Negeri Jiran Malaysia (Tetep ya pake kaos Indonesia)
 2 Tahun kemudian.
Telpon genggamku berdering dari nomor yang tak terdaftar dalam daftar kontakku. Dari kode nomornya yang diawali +601 dapat kukenali bahwa ada seseorang di Malaysia sana yang mencoba menghubungiku. Tanpa ragu akupun mengangkat dan menjawab panggilan tersebut dengan rasa penasaran.
Hallo, can I speak with Mr. Heri?” Tanyanya kepadaku mengawali perbincangan di telepon.
Yes Speaking” Jawabku singkat.
 “Good afternoon, Heri. This is XXX (sebut saja Mawar) recruiter from XXX Company calling.”
Oh Hai Mawar”
Singkat kata Mawar menawariku pekerjaan di perusahaannya dengan penawaran yang menggiurkan. Dia mengetahui profil ku dari akun linkedin. Tak dapat dipungkiri perusahaan berbasis global yang telah mendunia itu adalah salah satu perusahaan besar yang masuk dalam daftar impianku. Namun takdir berkata lain setelah dilakukan negosiasi lebih lanjut melalui email dan telepon dikarenakan permintaan waktu bergabung tidak cocok karena bentrok dengan jadwal rencana backpacking ku akhirnya dengan terpaksa kami sepakat untuk tidak melanjutkan ke jejang berikutnya. Sebuah rencana backpacking yang telah lama aku impikan sejak kecil untuk menjelajah negeri Asia Tenggara hingga Daratan China melalui jalur darat untuk bisa mengenal dunia ini lebih dekat tidak akan ku korbankan begitu saja, karena uang bisa dicari kapan saja namun pengalaman hidup di masa muda tidak bisa dibeli.
2 Tahun Kemudian Aku Kembali Ke Kota Kuala Lumpur, Melanjutkan Perjalananku Menjelajah Asia
Suasana Malam Hari di KLCC di Kala Itu.
Menjelajah Kota Phnompenh dan Siem Riep di Cambodia bersama Omar Dari Marocco
Menjelajah Perbatasan Thailand, Laos dan Myanmar Bersama July & Natalie dari Germany
Traveling Bersama Mr Branco dan Dione dari Meksiko Menjelajah ChiangMai bersama-sama
Menjelajah Angkor Wat Bersama Yayan Dari Indonesia, Raseed dari Maroko dan Oman dari Prancis
Bersama teman-teman baru dari berbagai benua saat berlayar di Halong Bay, Vietnam
Menjelajah Perbatasan Vietnam Utara Dan China Selatan Seorang Diri
Solo backpacking, Setelah menempuh perjalanan darat dari Asean sampai juga di Tembok Besar China
Solo backpacking, Perjalanan Darat Dari Dataran China pun berlanjut ke Hongkong
Solo backpacking, Perjalanan Darat Dari Hongkong berlanjut ke Macau
Di bulan yang sama aku kembali menginjakan kakiku di Negeri Jiran ini, tidak untuk tanta tangan kontrak pekerjaan itu namun untuk transit selama satu hari sebelum bertolak ke negara lain untuk melanjutkan petualanganku. Hingga kini aku tidak pernah menyesali keputusan itu karena perjalanan backpacking selama beberapa minggu yang aku jalani pada saat itu telah memberikanku pengalaman hidup, pengetahuan, wawasan, bertemu teman baru dari berbagai negara, mempelajari budaya di sebuah kota maupun desa pedalaman dan banyak hal lainnya yang tidak dapat dibeli dengan apapun. Sebuah pengalaman masa muda yang telah mengubah pola pikirku tentang banyak hal. One of My Best Journeys of a Lifetime series.

5 Tahun kemudian.
Ada kalanya mimpi-mimpi yang pernah hadir dapat membuatku merasa sangat bahagia ketika kita terbangun. 5 tahun kemudian aku terbangun dari mimpiku, aku berjalan di melewati menara kembar yang sama dengan menara kembar yang penah kusinggahi 5 tahun lalu ketika sedang melakukan perjalanan backpacking keliling Asean bersama ranselku. Yang berbeda kini aku mengenakan setelan kemeja panjang dan celana bahan dengan sepatu pantopel berwarna hitam untuk menuju kantorku yang berada di kawasan yang sama. Ya Malaysia adalah salah satu negara di Asia yang masuk dalam daftar mimpiku untuk meniti karir, untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, untuk mendapatkan tantangan yang lebih besar, untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang lebih banyak serta memperluas pandanganku tentang berbagai macam hal. Satu lagi sebagai jalan untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpiku keliling dunia.   
Berangkat ke Kantor Melewati Refleksi Menara Kembar Petronas di KLCC
Setiap orang dilahirkan untuk sebuah alasan untuk menentukan jalan hidup. Setiap peristiwa dalam kehidupan kita selalu terhubung dan selalu memiliki alasan dibalik kejadian yang telah dilewati. Aku sempat merenungi mungkin saja petualanganku di kala itu adalah sebuah proses yang membuat pandanganku lebih terbuka tentang Negeri Jiran ini yang begitu menarik banyak orang untuk mengadu nasib disini, berani keluar dari zona nyaman di negeri sendiri, mengumpulkan koin receh demi koin receh, lembar demi lembar uang kertas dengan harapan dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Dalam prosesnya untuk bisa mencapai mimpi itu ada keringat yang terus menetes hingga kering dengan sendirinya. Dalam prosesnya untuk bisa mencapai mimpi itu ada pengorbanan untuk terus belajar memantaskan diri agar bisa memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan untuk berkarir di negeri seberang. Dalam prosesnya untuk bisa mencapai mimpi itu ada perjuangan yang tak kenal kata berhenti sampai bisa mencapai satu persatu langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan itu. 
Kini Bersamanya Dari Negeri ini Kami Mulai Membangun Mimpi itu dan Merancang Mimpi Baru Untuk Impian Lainnya
 Walaupun aku tidak tahu tentang sebuah takdir namun aku tetap berusaha sambil menyerahkan segala urusan pada Nya dan percaya yang terbaik akan datang dalam kehidupanku. Aku tidak pernah tahu secara pasti usaha ke berapa yang akan berhasil, seperti halnya kita tak pernah tahu  doa mana yang akan dikabulkan. Namun satu hal yang kuyakini bukan sejauh mana aku bermimpi tetapi sejauh mana aku berusaha mewujudkannya hingga tiba pada hari ini, hari dimana aku benar-benar menginjakan kaki sebagai imigran. Pencapaian tidak datang dari apa yang diberikan oleh orang lain tapi datang dari keyakinan, doa dan kerja keras kita sendiri. Selama kita berani bermimpi dan terus berusaha Insya Allah tujuan kita akan tercapai, mungkin bisa datang dengan cepat mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama. "Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu" (Andrea Hirata). Without believing your dreams will never come true.

Follow my instagram @travelographers , twitter account @travelographers 
 and google plus account +shuTravelographer
and if you found the post useful or interesting please do share! :) 


4 comments:

  1. Ah akhirnya yaaaaa kembali ke malay dengan kemeja dan fantopel ;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. iya nih cum, demi daput ngebul dan sehelai tiket buat jalan-jalan :D

      Delete
  2. kuala lumpur selalu indah, dari sudut manapun... ntah kapan saya bisa sampai ke sana :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. dibantu doa semoga suatu saat bisa berkunjung ke kota ini juga. kali aja dapet rejeki promo air asia yang 0 rupiah dari aceh ke kuala lumpur. :D

      Delete

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.