Friday, May 23, 2014

Sepenggal kisah Wanita Bermata Biru di Lamno



Wanita Lamno Bermata Biru (pic courtesy : Buku Si Mata Biru Sri Waryanti)
Beberapa hari setelah perbincangan saya dengan Pak Sam mengenai pengalaman pribadinya di terjang ombak tsunami, dalam perjalanan pulang dari kota Meulaboh menuju Banda Aceh kami menyusuri jalan yang sama yaitu mengikuti jalan dipesisir pantai. Dari sini aku melihat jalan-jalan lama dan jembatan lama yang sudah tidak dilalui lagi karena sudah hancur oleh terjangan ombak tsunami.
“Lihat jalan sebelah sana? Dulu sebelum tsunami kita tidak melalui jalan baru ini” Terangnya kepadaku
Namanya Pak Dede, beliau adalah putra daerah Meulaboh yang telah tinggal di Aceh sejak lahir hingga usianya yang kini mulai meranjak setengah abad. Setelah Pak Sam, kini dia lah yang akan banyak bercerita kepadaku tentang bencana tsunami tersebut dalam perjalanan pulang ke Banda Aceh. Walau bencana tersebut sudah sepuluh tahun berlalu, namun dari cara dia bercerita seperti menceritakan kejadian yang belum lama terjadi. Begitu membekasnya memory bencana itu yang dampaknya luar biasa hingga ke psikologis warga setempat.
“Berarti dulu enak ya pak jalurnya bener-bener pinggir pantai, kalau pengen istirahat bisa langsung minggir” Ucapku
Pemandangan Sepanjang Perjalanan Meulaboh - Lamno- Banda Aceh

“Iya betul sekali, sepanjang jalan pemandangannya bagus” Jawabnya
“Tapi jalan baru ini juga tetap bagus pak. Kalau di Jakarta ini seperti tol CIpularang yang menghubungkan Jakarta ke Bandung.” Jawabku.

Jalan Raya Yang Menghubungkan Kota Meulaboh dengan Banda Aceh

 “Bedanya disini ga macet lancar banget karena jalanan kosong seperti ini. Walau pantainya gak sedekat dari jalan yang lama itu, dari jalan ini tetap terlihat keindahan pantai-pantai di Aceh pak. Kalau saja Pemerintah setempat memaksimalkan pariwisata di provinsi ini, Aceh bakal lebih maju pak. ” tambahku.
“Lihat sisa-sisa batang pohon kelapa itu? Disana itu dulunya pantai. Banyak pohon yang tumbang diterjang tsunami” Ucap Pak Dede.

Garis Pantai Maju Beberapa Ratus Meter Setelah Diterjang Ombak Tsunami

Saksi Bisu Pepohonan Yang Rata Dengan Tanah Setelah Diterjang Ombak Tsunami
“Wah jauh juga ya pak bergesernya garis pantai” Jawabku
“Iya, jauh” Jawabnya singkat.
Ketika kami melewati persimpangan jalan menuju daerah Lamno, Pak Dede kembali bercerita mengenai tsunami.
“Disana itu perkampungan daerah Lamno, dulunya banyak wanita cantik bermata biru keturunan portugis yang lahir dari tempat itu.”
“Iya pak kami pernah  mendengar kabar itu. Terus sekarang masih ada ngga pak wanita bermata biru itu? Tanyaku.
“Kalaupun ada sudah jarang, karena sudah dibawa nikah sama suaminya. Karena banyak orang kaya disini yang mencari istri orang Lamno. Posisi Lamno itu dekat pesisir pantai, jadi pas bencana tsunami banyak orang yang jadi korban juga disana.” Terangnya.
“Berarti wanita mata biru itu juga sudah semakin sulit dijumpai karena jadi korban tsunami juga ya pak” Tanyaku
“Iya betul, Lamno sama parahnya seperti kota Meulaboh yang hancur diterjang ombak tsunami” Ucapnya
Wanita Lamno yang saya dengar merupakan keturunan portugis berkulit putih berhidung mancung dan berambut pirang dengan memiliki mata biru atau coklat dengan profil jangkung tubuh Eropa. Dengan perawakan tersebut membuat mereka berbeda dengan orang Aceh lainnya. Dengan ketaatan mereka sebagai umat muslim, balutan kerudung melingkari wajah putihnya dan dihiasi mancungnya hidung yang terletak di manisnya senyuman. Tak heran banyak orang yang ingin sekali mempersunting wanita Lamno untuk menjadi istri.
Sejarah keberadaan keturunan portugis yang mendiami daerah Lamno yaitu ketika diabad ke-15 terdapat sebuah kapal perang Portugis yang kalah perang dengan Belanda di Melaka. Dalam perjalannya dari Singapura ke negaranya mengalami kerusakan dan terdampar di daratan Kerajaan Daya, pada abad ke-15. Hingga akhirnya mereka ditangkap dan ditawan oleh kerajaan Daya sampai akhirnya dibebaskan dari tempat tawanannya ketika mereka menyatakan menyerah kepada Raja Daya dan menyatakan memeluk agama islam.
 Setelah bebas mereka menetap di Aceh dengan cara bertani dan dalam waktu berjalan merekapun belajar bahasa, adat istiadat dan kebudayaan Aceh. Sampai akhirnya mereka dapat membaur dan menikmah dengan warga setempat sehingga menghadirkan keturunan wanita Lamno bermata biru itu.
Lansekap Alam Sepanjang Perjalanan Meulaboh - Lamno - Banda Aceh
 “Kalau kamu nanti ke Banda Aceh, mampirlah ke Museum Tsunami untuk bisa melihat gambar-gambar kejadian tsunami waktu itu. Ada gambar-gambar di Lamno juga” Sarannya kepadaku.
“Iya pak, saya memang rencana mau kesana. Nanti diantar ya pak mampir ke museum sebelum ke bandara” Pintaku kepadanya.
Sama seperti saran pak Sam yang menyarankan ku untuk ke Museum Tsunami Aceh, akupun tentunya akan mampir ke museum ini untuk kembali merenungkan kebesaran Tuhan yang menguasai alam semesta ini. Terima kasih pak Dede untuk ceritanya tentang Lamno dan wanita bermata biru. Kini setelah pulang dari Aceh aku memiliki pengetahuan baru tentang Lamno dalam perjalananku.

Follow my instagram @travelographers & twitter account @travelographers 

4 comments:

  1. ko cuma wanita doang yang bermata biru? emang lelaki keturunan bermata birunya ga ada ya?
    #nanyadoang #bukanmaunyari #tapibolehsihkalodapet #dih #apaansik #maafkankomentargamutuinih :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mau dicari seharusnya ada aja win..
      tapi klo cari yang statusnya masih "available" belum tentu masih ada hehe..

      Delete
  2. Halo Admin / Blogger :)

    Saya sangat suka dengan postingan foto-fotonya :)
    Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi foto-foto,video,menggunakan disk online yang lain dengan tujuan berbagi informasi ? :)
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Anda bisa dengan bebas mengupload/download foto-foto,video,music dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    Terima kasih.

    Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah terima kasih untuk informasinya. nanti kita meluncur ke kumpul bagi dot com ya :)

      Delete

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.