![]() |
| Jalan Braga & Bandung Kilometer 0 Dari Atas Rooftop |
Ketika ada sebuah janji untuk bertemu dengan salah satu
teman lama di Bandung, kami memilih Braga City Walk sebagai tempat bertemu.
Bukan tanpa alasan karena kebetulan pada malam yang sama akan dilangsungkan
Braga Culinary Festival di Jalan Braga untuk pertama kalinya di Bandung. Melintasi
kota tua di Bandung khususnya Jalan Braga tidak membawaku seperti melintasi
masa lalu karena suasananya sudah terlalu modern. Lalu lalang berbagai jenis
kendaraan dengan merek terkini seperti tidak ada habis-habisnya melalui jalan
ini. Belum lagi suasananya menjadi terasa lebih sesak karena sebagian besar
badan jalan telah diperkosa habis untuk parkir yang mengular di sepanjang jalan
ini.
Perlahan tapi pasti lalu lalang kendaraan yang melalui jalan
ini senantiasa merusak struktur jalan Braga yang terbuat dari batu andesit. Tak
hanya itu tentu saja mengurangi keindahan jalan yang memiliki bangunan-bangunan
tua di kedua sisinya. Saat tangan ini mencoba mengabadikan keindahan bangunan
tua di jalan Braga keindahannya tertutup ratusan kendaraan yang parkir dan
bergerak lambat karena macet. Terbesit dalam pikiranku jika memang konsep
awalnya untuk ikon pariwisata seperti di luar negeri yang umumnya diubah
menjadi pendestrian pengunjung atau wisatawan, mungkin ada baiknya pemerintah
setempat mulai memikirkan cara mengubah jalan ini untuk bebas kendaraan menjadi
sebagai pusat pariwisata.









