Friday, July 20, 2012

Tips Memilih Kamera Untuk Traveling Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Kamu


Tentunya kita semua sependapat dengan kalimat ini, “Dalam sebuah foto bermakna sejuta kenangan dan sebuah sejarah”.  Suatu saat nanti disaat anda melihatnya kembali koleksi foto yang kamu miliki, seakan akan membawa kamu kembali ke masa lalu dan  bernostalgia ke masa itu. Foto yang bagus akan menggambarkan lebih banyak kata kata dan sejuta makna didalamnya, yang tentu saja foto tersebut memiliki suatu cerita dan kenangan dibalik sebuah foto itu.
Ada juga pendapat Stephen K. Malshuk  yang mengemukanan opininya mengenai sebuah foto sebagai berikut: “A picture is worth a thousand words.” “Brevity is the soul of wit.” Trying to keep those two maxims in mind. Things always seem to clash. These portraits illustrate why I normally like photographing landscapes. No two-way conversation is necessary. Once I see what I like the most about their personality, I point and shoot. For most portraits, it is necessary to talk to the subject to develop the most cursory of relationships prior to pushing the button to expose the subject’s personality. Here the subjects only needed to wordlessly talk to me and I not to them.
Ya, begitu bermaknanya sebuah photo yang telah dibuat. Bagiku biasanya sebuah foto semakin bernilai ketika sudah melewati masa waktu yang lama semisal bertahun-tahun yang lalu, jadi ketika kembali melihat foto tersebut seakan-akan terputar kembali kenangan dan kejadian pada saat itu yang mungkin sempat terlupa dalam benak pikiran kita sebelumnya. Priceless!


Secara pribadi, koleksi foto dalam harddisk ku didomonasi foto-foto dari hasil perjalanan yang telah ku lakukan, karena sebenarnya hidup itu sendiri pun sebuah perjalanan. Dalam setiap perjalanan yang dilakukan oleh masing-masing individu atau kelompok, tentunya ada yang kurang jika tidak mengabadikan kenangan tersebut dalam sebuat foto baik untuk dokumentasi atau memang sebagai hobi dalam bidang photography.
Sering kutemui beberapa temanku yang menanyakan “kamera apa sih yang bagus untuk traveling?”
Biasanya tak langsung kujawab, tapi malah aku kembalikan dengan sebuah pertanyaan “Tujuan lo apa dan berapa budget yang tersedia”. 
Karena bagaimanapun juga budget merupakan masalah klasik yang jadi salah satu pertimbangan utama dalam membeli suatu produk yang kita inginkan. Sedangkan untuk pertanyaan tujuan lo apa, ini lebih mencari kamera yang memang sesuai dengan kebutuhan dan tidak mubazir dalam sisi pengeluaran uang. Mari kita coba ulas beberapa kriteria yang dapat kita jadikan acuan dalam pengambilan keputusan kamera mana yang kamu akan beli yang sesuai dengan kepribadian anda.

1.        Pocket kamera Digital
Umumnya kamera ini digunakan bagi kamu yang baru memiliki kamera dengan budget terbatas, karena golongan kamera ini bisa dikatakan yang paling murah dibanding kamera jenis lain. Kisaran harga yang beredar dipasaran yaitu antara 800 ribu sampai 3 jutaan rupiah. Dengan resolusi yang rendah dan sensor yang kurang bagus untuk pencahayaan yang minim, kamera ini cocoknya digunakan untuk “sekedar” dokumentasi. Jadi bagi anda yang tidak mengedepankan kualitas dalam resolusi besar dan ketajaman dalam suatu foto, kamera ini sangat cocok bagi kamu.
Keunggulan kamera pocket digital ini dikarenakan ukurannya yang mungil membuatnya mudah untuk dibawa kemana-mana tanpa merepotkan, bahkan bisa kita sisipkan dalam sebuah saku baju atau celana. Dan secara kualitas gambar yang dihasilkan, apabila pencahayaannya bagus, hasil fotonya pun tak kalah dari kamera lain.
Beberapa kamera digital yang direkomendasikan diantaranya : Panasonic Lumix, Nikon Coolpix, Canon Powershot, serta FujiFilm FinePix

2.       Kamera Handphone
Smart phone saat ini khususnya yang memiliki operating system Android, IOs serta Windows Mobile begitu berkembang, mulai dari spesifikasinya yang semakin bagus sehingga menunjang performa yang memuaskan. Untuk beberapa seri, handphone jenis ini telah dilengkapi dengan kamera yang memiliki sensor yang bagus serta resolusi yang tinggi. Terlebih lagi telah banyak berkembang juga aplikasi untuk edit foto baik yang gratis maupun berbayar. Kelebihannya selain praktis, anda langsung dapat mengupdate hasil foto tersebut yang sudah di edit ke media social seperti Instagram, Twitter, Facebook serta jejaring sosial lainnya.

3.       Kamera Lomo
Pengguna kamera ini lebih ke orang yang memiliki hobi atau yang memang fanatic terhadap jenis kamera keluaran pabrikan LOMO. Kamera ini merupakan kamera analog yang menggunakan kamera khusus yang masih menggunakan roll film, sehingga untuk mengetahui hasilnya anda perlu mencetak dulu kedalam sebuah foto atau dalam bentuk digital. Kekurangannnya dikarenakan masih analog dengan roll film, jumlah foto yang dihasilkan terbatas yang umumnya 1 roll maksimal 36 foto saja.
Keunggulan kamera ini harganya murah kisaran 100 ribuan, foto yang dihasilkan beragam dan unik sesuai dengan typenya diantaranya Lomo Frogeye untuk underwater yang dapat digunakan untuk memotret dibawah air, Lomo Fisheye untuk menghasilkan foto dengan efek yang bulat atau cembung seperti mata ikan, Lomo Action Sampler yang menghasilkan foto yang terbagi menjadi beberapa bagian dalam satu kertas foto, Lomo Colorsplash yang menghasilkan warna yang berbeda pada setiap fotonya, serta berbagai jenis lainnya yang tidak dimiliki jenis kamera lain selain Lomo.

4.       Kamera Polaroid
Sama halnya dengan kamera Lomo, jenis kamera polaroid memiliki pengguna tersendiri yaitu orang yang memiliki hobi dan suka terhadap polaroid. Keunggulan kamera jenis ini yaitu setelah dipotret, hasil fotonya dapat langsung dilihat dalam sebuah kertas foto dengan frame kertas yang khas polaroid.
Kekurangan dari jenis kamera ini yaitu terbatasnya isi kertas photo yang dapat dimasukan kedalam kamera, umumnya refill nya untuk 1 kotak rata-rata 10 sampai 20 lembar photo dengan harga yang cukup mahal kisaran mulai dari 65,000 rupiah per boxnya tergantung jenis refillnya seperti Polos, Twinpack, Rainbow sampai ada yang bergambar tokoh kartun seperti Pooh, Princess, Garfield, Mickey, Hello kitty, Stitch serta tokoh lainnya.
Beberapa jenis kamera Polaroid diantaranya buatan Polaroid dan FujiFilm POlaroid Instax dengan harga kisaran 1-2 juta rupiah. 

5.       Kamera Digital Tahan Banting
Pengalamanku memiliki kamera jenis ini, dikarenakan memiliki keunggulan tahan banting yang cocok untuk berbagai kegiatan petualangan. Umumnya kamera jenis ini tahan air (waterproof) dengan kedalaman sesuai dengan type produknya. Tahan banting (shockproof) yaitu memiliki ketahanan jatuh dari ketinggian tertentu. Tahan beban (crushproof) hingga ratusan kilogram, serta tahan suhu dingin (freezeproof) hingga suhu dibawah minus.
Kamera ini cocok bagi kamu yang suka berpetualang dialam, pengalaman pribadiku kamera ini cocok untuk mendokumentasikan petualangan seperti rafting di sungai, snorkeling di pulau-pulau, body rafting di green canyon maupun ditempat yang memiliki suhu yang dingin.
Kekurangan jenis kamera ini spesifikasinya tak jauh berbeda dengan kamera pocket digital biasa, hanya saja memiliki keunggulan tahan banting. Bagi kamu yang memiliki kamera jenis ini, memerlukan perawatan yang benar, sebagai contoh apabila sering digunakan untuk kegiatan underwater harus rajin membersihkan nya sesuai dengan prosedur. Dan pada beberapa bagian kamera seperti karet dan silicon memiliki umur pakai yang harus diganti secara regular.
Pengalaman saya sendiri dan banyak orang yang memakai jenis kamera ini, umumnya apabila sering digunakan umurnya tak lebih dari satu tahun, biasanya penyebab kerusakannya yaitu dikarenakan kebocoran.
Contoh jenis kamera ini diantaranya Olympus Tough, Nikon Coolpix AW100, Canon Powershot D10, Lumix FT3.

6.       Kamera Prosumer & Housing
Bagi kamu yang ingin memiliki kualitas gambar yang bagus tapi tidak mau repot membawa kamera yang besar, rasanya Prosumer adalah jenis kamera yang tepat. Budgetnya yang harus disiapkan yaitu ditengah-tengah harga kamera pocket dan DSLR kisaran 4 jutaan.
Dan bagi kamu yang memiliki hobi underwater, umumnya kamera jenis ini telah memiliki housing untuk underwater yang dijual terpisah sebagai asesoris. Tak heran banyak photographer professional untuk underwater memiliki kamera jenis ini. Contoh kamera untuk jenis ini yang paling popular digunakan diantaranya Nikon P7000, Canon G12 dan beragam kamera prosumer lainnya.

7.       Mirrorless
Kamera jenis ini secara bentuk lebih mendekati kamera prosumer, bedanya lensanya dapat ditukar layaknya kamera DSLR sesuai dengan kebutuhan. Perbedaannya yaitu untuk Kamera jenis DSLR, pada prinsipnya cahaya yang masuk ke lensa akan dipantulkan cermin ke prisma, lalu keluar di viewfinder pada kamera. Sedangkan untuk kamera mirrorless tidak memiliki ada cermin ini, melainkan cahaya masuk dari lensa langsung ke sensor dan ditampilkan di LCD seperti kamera pocket. Dikarenakan Jenis kamera ini tidak memiliki cermin dan prisma, sehingga bodinya lebih tipis dan ringan dan tentu saja cocok buat yang memiliki hobi traveling. Tapi sebelumnya kita perlu menghela nafas sejenak, dikarenakan harga kamera mirrorless ini tak jauh beda dengan harga DSLR untuk kelas pemula dan semi profesional. 
Contoh kamera jenis mirrorless yaitu Nikon 1 V1, Sony Nex-5, Lumix DMC-GF1, Fuji Film X, Serta Olympus Pen.

8.       Kamera DSLR & Lensa
Bagi kamu yang memiliki budget lebih dan mengutamakan kualitas resolusi dan ketajaman gambar, tentunya kamera DSLR adalah kamera yang cocok untuk kamu. Jenis kamera ini memiliki keunggulan sensor yang besar serta resolusi dalam pixel yang tinggi. Selain itu terdapat berbagai jenis pilihan lensa yang dapat dipilih sesuai dengan kubutuhan perjalanan anda.
Untuk pemula dengan budget terbatas, kamu dapat membeli kamera untuk level beginner terlebih dahulu atau semi pro dengan lensa kit standar. Nanti apabila sudah benar-benar menemukan jiwanya di photography, dapat upgrade ke body kamera yang lebih bagus serta memilih lensa yang sesuai dengan style dan bidang ketertarikannya.  
Pada saat traveling dalam jangka panjang semisal dalam hitungan mingguan atau bulanan, aku lebih memilih hanya membawa 2 lensa yang sapu jagat untuk foto landscape serta satu lensa bukaan besar untuk foto portrait karena lebih tajam. Pertimbangannya jika travelling jangka panjang adalah usahakan barang bawaan yang kita bawa se-ringan mungkin agar tidak mudah lelah dan lebih simple tentunya. Tetapi jika memang sudah niat hunting ya tentunya lensa-lensa yang dibutuhkan akan dibawa.
Untuk brand terkadang juga menjadi issue tersendiri untuk memilih brand ternama seperti Canon, Nikon, Sony atau Olympus yang seakan-akan menjadi momok tersendiri seperti memilih agama dan jalan yang benar :D. Ya walau terkadang harga kamera dan lensa tidak pernah bohong mengenai hasilnya tetapi salah satu hal yang terpenting yaitu pengetahuan kita mengenai teknik-teknik photography serta mempelajari sudut/ angle yang baik sehingga dapat menghasilkan foto yang bermakna. Dan semua itu tidak ada yang instant dan butuh proses dengan terus belajar dan belajar untuk berkembang lebih baik melalui belajar dari orang lain, belajar dari hasil karya orang lain, serta belajar sendiri.
Untuk kamera SLR secara garis besar terbagi menjadi 3 golongan yaitu entry level, semi professional dan professional yang tentunya berbanding lurus dengan harganya. Untuk entry level harganya kisaran 4 juta – 7 juta rupiah seperti Nikon D3000, Nikon D5100, Canon 1100 D. Untuk level semi professional kisaran 9 juta rupiah keatas seperti Nikon D7000, Nikon D90, Canon EOS 7D, Canon EOS 60D. Sedangkan untuk level professional umumnya diatas 30 jutaan seperti Canon EOS 5D Mark III, Nikon D3s, Nikon D3x, Nikon D800.


8.       Action Camera
Bagi kamu yang suka berpetualang dan melakukan aktivitas diluar ruangan (outdoor) maka action camera seperti Gopro Hero, Bpro atau Xiaomi YiCam adalah kamera yang tepat untuk kamu. Dengan ukurannya yang kecil serta dilengkapi aksesoris mount (tempat meletakan kamera) yang beragam membuat action camera ini begitu ringkas dan dapat diletakan dimana saja sesuai kebutuhan kamu. Sebut saja jika kamu suka berpetualang dengan naik sepeda atau motor dengan mount khusus kamu dapat meletakan kamera di helm, di lengan tangan, di stang sepeda atau motor serta di tempat lain sesuai dengan mount yang dipakai.
        Kamera jenis ini juga sangat cocok bagi kamu yang gemar selfie dikarenakan memiliki lensa fisheye yang sangat lebar dan mudah diletakan di tongsis sehingga dapat mengabadikan momen kamu dimana saja. Tidak hanya itu jika kamu suka traveling yang memacu adrenalin seperti rafting, body rafting, kayak, banana boat dan aktivityas luar ruangan yang menantang lainnya kamera ini pun sangat cocok karena dapat diletakan di helm dengan mount khusus. Dengan dilengkapi housing yang membuat kamera ini tahan air hingga kedalaman 40 meter tentu saja camera inipun sangat cocok untuk dibawa berselancar dimana kameranya dapat kamu letakan di depan papan selancar serta diajak snorkeling dan menyelam sehingga dapat mengabadikan momen traveling kamu menjadi lebih istimewa.

8.       Drone
Ini adalah salah satu trend perkembangan teknologi di bidang photogrpahy dan videography. Dengan adanya drone yang bisa terbang dan berkemampuan mengambil gambar dan video berkualitas tinggi kini para photographer maupun videographer dapat mengabadikan ambar atau video dari sudut yang tidak biasa yaitu dari ketinggian sehingga bisa menghasilkan foto dan video yang spektakuler. Jika kamu hendak naik ke level profesional rasanya tidak salah untuk menginvestasikan uang kamu untuk membeli drone ini, mengingat harganya yang tidak murah.


       Sebelum membeli, tentukan dulu kebutuhanmu kemudian sesuaikan dengan budget yang ada sehingga kamera yang dibeli memang sesuai dan cocok. Semoga bermanfaat, bagi yang mau bertanya atau berkomentar silahkan dengan senang hati kita bisa saling berbagi dan merekomendasikan. Jadi tipe kamera seperti apa yang kamu pilih?


Follow my instagram @travelographers , twitter account @travelographers 
 and google plus account +shuTravelographer
and if you found the post useful or interesting please do share! :) 

26 comments:

  1. wah dikunjungi sama master pro brodyudo, nuhun kang sudah mampir dilapak yg sederhana ini.. ditunggu traktirannya di CFD Dago Bandung, hehe..

    ReplyDelete
  2. wooo, nice artikel nih, sekarang saya masi pake old camera Sony alpha 200, pengen upgrade ke nex, biar lebih ringan n portable *beli lagi. sayang dana kejutan blom ada hehe, semoga ada rejeki nomplok ntar :D

    ReplyDelete
  3. @bro Fahmi : Amiin, kan sudah dapet THR :p, Semoga dana kejutan/ rejeki nomploknya dapet dari bonus tak terduga, hehe..

    ReplyDelete
  4. mas kalau kamera poket merk sony recommend ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari dulu sony terkenal dengan cybershotnya yang memang punya keunggulan di beberapa fiturnya dan hasilnya yang tajam. satu lg yg bisa buat pembanding sesama pocket bisa dipertimbangin LUMIX, Kombinasi lensa brand Leica dengan sensor kamera Panasonic. Sebelum beli bisa di intip seri kamera yg mau dibeli di website review kamera ini bro kenrockewll.com & dpreview.com

      Delete
  5. daku baru beli Canon G-12 (sekenan :p) plus UW housing , gara-gara si olly underwater ku rusak..., tapiii....aduh kok makenya and bawanya ribet yaaa...hiksss...

    punya rekomendasi kamera pocket yg ada underwater housing yg ga berat, ngga ribet, and fotonya OK ???
    Daku dah kapok pake kamera underwater yg tanpa housing (dah habis 3 olly :(

    please advise dooong..
    makasiiii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita senasib :(, gw sekali kamera oly juga rusak.. hampir semua temen yg pak eoly jg pasti rusak krn bocor.. dan hebatnya OLYMPUS Center ga mau kasih GARANSI walau masih dlm masa garansi! biaya servicenya hampir sama dg beli barunya :(

      sebenernya utk beberapa type olympus tough (pocket) ada housingnya juga harga ksiaran 2 juta. Atau bisa coba cari Lumix DMC-FT1 / TS1 atau Nikon CoolPix AW100 Housingnya bisa pake brand Ikelite.. Tapi harganya bikin kantong pusing! ;p

      Untuk urusan hasilnya, prosumer seperti canon G12 atau Nikon P7000/P7100 masih juara dlm hal hasil dan budget krn masih relatif terjangkau (nabung dulu). ya kekurangannya memang (lebih) berat sih.

      Delete
    2. Ikutan nyamber :D

      Selamat mas atas G12 dan UW housingnya.
      Kalo ditanya kamera yang ga berat, ngga ribet, and fotonya OK,
      jawabannya gampang-gampang susah. Foto yang ok itu foto yang seperti apa menurut mas? Disebut berat itu yang berapa KG? Disebut ribet itu yang seperti apa?

      Dari sisi berat, biar enak kita bandingkan dengan G12 saja ya, dari canon yang menurut saya lebih ringan adalah tipe pocket S seriesnya, atau tipe IXUS. Tapi semakin ringan kamera itu biasanya semakin simple fiturnya (ga ribet) dan jika semakin simple, maka tidak banyak setting yang bisa kita lakukan sehingga kreatifitas untuk memperbagus hasil foto tidak akan banyak. Tapi tenang saja, selama pencahayaan cukup, angle, momen serta komposisinya pas, anda masih dapat mendapatkan foto yang bagus.

      Kalo masalah ribet, berarti kemungkinan anda tidak akan sependapat jika menggunakan strobe untuk underwater photography. Kemudian setting yang simple, tidak perlu banyak setting ini itu. Kamera nyala, langsung tinggal jepret. Berarti tipe Canon S series atau IXUS bisa anda pilih.

      Umumnya foto underwater yang ok itu pake strobe, meskipun tanpa strobe pun bisa ok, tapi tergantung persepsi yang ngeliatnya. Sekarang liat saja foto underwater yang umumnya bagus / menang lomba. Coba liat exif datanya, kamera apa yang mereka gunakan? Terlepas dari merknya, paling tidak pasti komposisinya pas, atau cahayanya cukup/bener atau momennya pas atau anglenya pas.


      Jadi kesimpulannya, kamera yang tidak seberat Canon G12 dan tidak seribet serta masih OK, menurut saya anda cocok menggunakan Canon S series atau IXUS, tinggal pilih seri yang paling baru dan sesuai budget saja agar lebih puas dengan fitur terbarunya.

      Tapi menurut saya G12 anda sudah lebih dari cukup kok.
      Menurut saya G12 anda itu tidak berat lho, coba bandingkan dengan mirorless atau DSLR, belom lagi ditambah housingnya.
      G12 ga ribet kok, tapi memang foto underwater itu apalagi diving, beda kedalaman, bisa beda setting toh. Kalo udah sering moto underwater, nanti lama-lama juga khatam dan tau kapan harus nyetting. Jadi ga berasa ribet lagi deh.
      Untuk masalah OK, G12 udah lebih dari OK, dia punya fitur manual dimana fotografer bisa melakukan banyak kreatifitas, seperti yang saya sebutkan diatas tadi, tinggal pilih komposisi, cahaya, momen, angle yang tepat. Kalo udah ketagihan dan berlanjut ke diving, tinggal tambah strobe deh hehehe.

      Untuk housing, kalo ada duit pilih saja housing keluaran merknya, yaitu Canon atau bisa juga pilih merk Ikelite seperti saran om SHU. Nah saat ini sudah mulai banyak produk housing underwater buatan cina lho... Harganya seperti produk cina pada umumnya hehehe... pastinya lebih murah. Untuk kualitas saya ga bisa kasih informasi karna saya belum pernah punya. Kalo dari beberapa forum, ada yang bilang sih lumayan. Coba aja ke dive shop terdekat untuk melihat informasinya.

      Delete
    3. woow.. ulasan yang mantab dari canoners tomfreakz yang memang berkecimpung di dunia selam.. tentunya bagi yang berminat mendalami dunia diving dan underwater photography bisa mendalami dan memahami comment beliau yang ciamik!

      Delete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Hari minggu kemarin baru nyicip kamera mirrorless sony alpha nex-5 punya saudara, fiturnya keren dan ringan dengan kualitas gambarnya berani diadu dengan kamera SLR.
    Untuk ISO besar pun hasilnya cukup tajam, fitur menariknya ada Posterization (Color, B/W), Pop Color, Retro Photo, Partial Color (Red, Green, Blue, Yellow), Soft High-key, High Contrast Monochrome, Toy Camera (Normal, Cool, Warm, Green, Magenta), Soft Focus, HDR Painting, Rich-tone Monochrome. Untuk Videonya pun sudah High Definition. IMHO dari semua fitur karena gw suka landscape gw paling suka dengan fitur Sweep Panorama & 3D Panoramanya. perfect!

    untuk reviewnya bisa diintip disini http://bit.ly/HQubBT

    ReplyDelete
  8. sayah cukup puas dengan kamera poket sayah...hahaha..

    plus si LOMO Diana Mini tersayang ( hasilnya bisa sampe 72 gbr om,kan bisa di set half frame ),hehehe...

    klo utk DSLR,sayang euy rasanya klo ga bisa make'nya scara maksimal..plus blum ada duitnya ;-P

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul.. serunya pakai LOMO itu bentuk kamera yg unik plus selalu bikin deg-degan! kenapa? ya karana hasilnya baru tahu ketika sudah di cetak ga bisa langsung dilihat.. hehe..
      Untuk kamera ya ga harus SLR, tp lebih disesuaikan dengan kebutuhan dan budget tentunya ;)

      Delete
  9. mas saya mau tanya klw dari kelas semi pro lebih baik Canon EOS 50D atau nikon D7000?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini pertanyaan umum yang sebenarnya jawabannya sulit bahkan google pun tidak bisa menjawab secara pasti, hehe..
      sebenernya merk kamera apapun sama saja, Analoginya seperti kita memilih kendaraan bermotor mau merk yamaha, honda, kawasaki, dll.. intinya kita pelajari dulu spesifikasinya yang sesuai dengan kebutuhan. semisal hanya dipakai diperkotaan yang kita cocok beli bebek atau matic, tapi klo mau digunakan di medan yang agak berat ya motor trail. :)

      begitu juga halnya dengan kamera..
      saran saya sebagai newbie untuk diawal" beli kamera sesuain dengan lingkungan, jadi semisal lingkungan banyak yang pakai merk tertentu contoh Nikon, ada baiknya memilih D7000 yang Kit, jadi dengan memiliki teman dengan brand yang sama, kamu bisa menjajal lensa" yang dimiliki kamu untuk merasakan sendiri kebelihan dan kekurangannya, karena klo kamu beda sendiri setiap kali mau mencoba lensa baru, kamu harus beli tidak bisa pinjam dr teman untuk test dulu.. hehe..
      seandainya ada lensa yang bisa disaling pinjam, minimal bisa memperkecil pengeluaran untuk beli lensa, karena jika memang mau serius dalam hal fotografi dijamin 1 lensa ga bakal cukup pasti akan upgrade nambah sesuai interestnya masing".

      1 lagi sarannya, coba cek spesifikasi, keungguluan serta kekurangan kedua merk kamera tersebut (Canon EOS 50D & Nikon D7000) di web ini http://www.dpreview.com/

      Salam.

      Delete
  10. nice pic, nice article :)
    semoga suatu saat bisa menjelajahi bumi nan indah ini, meninggalkan jejak disetiap sisinya, aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih adila. amiin.. semoga tuhan memeluk mimpi kita untuk mewujudkan menapaki setiap tempat di bumi ciptaannya.

      Delete
  11. Kalo untuk underwater yang bagus kamera apa ya?

    ReplyDelete
  12. Kesasar ke blog ini, artikelnya keren deh. Bang aku diajakin komunitas lomografer gitu, tp awam banget soal lomo. Pgn yg digital aja biar ga ribet cetak mencetak. Ada rekomendasi ga bang? Makasiih

    ReplyDelete
    Replies
    1. apapun kameranya itu hanya perbedaan dialatnya saja. secara umum nya sama. Keunikan lomo itu karena masih analog kita akan surprise karena baru tau hasil fotonya setelah dicetak, bebeda dengan digital yang pada saat memotret kita bisa langsung melihat hasilnya.
      untuk komunitas dapat dicari di group" facebook atau dari teman ke teman. dengan bergabung ke komunitas bisa menambah ilmu dan saling belajar untuk mencari inspirasi dan belajar hal baru.

      Delete
  13. Mas itu nma kamera yang sering di pakai di mytripmyadvenurw, yang cembung banget, yang sering dipakai dengan tongsis, bisa di pakai dalam air, itu jenis kamera apa ya? Infonya mas.

    ReplyDelete
  14. Mas itu nma kamera yang sering di pakai di mytripmyadvenurw, yang cembung banget, yang sering dipakai dengan tongsis, bisa di pakai dalam air, itu jenis kamera apa ya? Infonya mas.

    ReplyDelete
  15. Mas itu nma kamera yang sering di pakai di mytripmyadvenurw, yang cembung banget, yang sering dipakai dengan tongsis, bisa di pakai dalam air, itu jenis kamera apa ya? Infonya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo yang pioneernya itu kamera GoPro Hero atau action cam yang bisa dibawa dan cocok untuk berpetualang karena ukurannya kecil dan praktis bisa ditempatin dimana aja sesuai "mount" nya. kalo mau selfie pake gopro dijamin mantab hasilnya karena dilengkapi dengan lensa fisheye yang memang wide/ lebar sekali sudut gambarnya.

      Delete

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.