Thursday, April 12, 2012

Dieng Plateau, Sebuah Negeri Diatas Awan



(Central Java Overland Part I)
Di Jawa Tengah terdapat dataran tinggi Dieng yang dikenal sebagai dataran tinggi kedua dunia setelah Nepal, tingginya 2093 meter diatas permukaan laut atau mencapai ketinggian 6000 kaki. Dataran tinggi Dieng masuk dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo yang letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, dimana secara administrasi dalam pemerintahan, Kawasan Dataran Tinggi Dieng termasuk dalam Kabupaten Wonosobo, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng Wetan.
Seperti halnya Yellowstone di USA atau Dataran tinggi Tengger di Jawa timur, dataran tinggi Dieng adalah dataran dengan aktivitas vulkanik dibawah permukaannya, yang dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa. Kawah-kawah kepundan banyak dijumpai disana yang sesungguhnya adalah kaldera dengan gunung-gunung di sekitarnya sebagai tepinya dan terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air dan berbagai material vulkanik lainnya. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Suhu di Dieng Plateau sejuk mendekati dingin yang berkisar 15 sampai 20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. 


Dari Musium Kailasa dan Dieng Plateau Theatre yang ada di kawasan Dieng, terdapat penjelasan mengenai asal muasal kata Dieng, dimana kata Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Sunda Kuna: di yang berarti tempat atau gunung dan Hyang yang bermakna Dewa. Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Nama Dieng berasal dari bahasa Sunda karena diperkirakan pada masa pra-Medang 600 daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh.


 Dataran tinggi Dieng merupakan kawasan candi hindu tertua di pulau jawa yang diperkirakan dibangun sekitar abad ke tujuh, lebih tua dari prambanan yang dibangun pada abad ke delapan. Disini begitu banyak peninggalan sejarah yang tak ternilai dikawasan ini serta segudang potensi alam yang bisa dikelola lebih baik untuk kesejahteraan penduduk sekitar. Sebuah kawasan yang menyimpan sejarah masa lalu dimana terdapat beberapa komplek candi yang dibangun dibekas cekungan sisa kawah. Para ahli arkeolog yakin komunitas hindu didataran tinggi Dieng adalah awal lahirnya Dinasty Syailendra yang pada jamannya membangun candi yang monumental dalam sejarah. Selain reruntuhan candi kita juga menemukan reruntuhan sisa-sisa kerajaan masa lampau. Yang unik, candi-candi disekitar Dieng ini dinamai tokoh-tokoh pewayangan Pandawa Lima.
Ada empat kelompok candi dengan total 8 candi, yakni kelompok Candi Dwarawati dan Parikesit, kelompok Candi Dwarawati Timur, kelompok Candi Setyaki, Ontorejo, Petruk, Nala Gareng, dan Nakula-Sadewa, serta kelompok Candi Arjuna, Semar, Sembodro, Puntadewa, dan Srikandi. Kelompok bangunan candi Dieng ini terletak pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut dan ditemukan pada sekitar tahun 1800.




 Lansekap keindahan dataran tinggi Dieng merupakan alasan utama untuk melakukan perjalanan yang panjang ketempat yang terisolasi ini, dari Jakarta membutuhkan waktu perjalanan selama 11 jam menggunakan bus umum. Untuk mencapai kawasan ini, Umumnya melalui Kabupaten Wonosobo, karena jalur ini lebih dekat dibanding melalui jalur lain, walaupun jalan berliku serta jurang dengan dinding yang terjal di kiri kanan jalan, tetapi pemandangan yang disajikan sepanjang jalan begitu indah, terasiring lahan perkebunan yang tertata begitu indahnya memanjakan setiap mata yang memkamung.
Untuk menghindari calo yang kerap menggangu dan terkadang juga memaksa bahkan menipu penumpang saat hendak memilih bus untuk keluar kota di terminal terminal bus di Indonesia, ada baiknya memilih untuk naik bus dari pool bus yang terpercaya sesuai dengan kota asal, untuk masalah harga jangan khawatir, karena tentunya dijual sesuai dengan jumlah harga yang tertera di tiket sesuai dengan kelas yang dipilih, untuk kelas bisnis ekonomi kurang lebih 75.000 Rupiah untuk tujuan Wonosobo.


Ditengah perjalanan menuju Wonosobo tepatnya saat memasuki kota Banjarnegara, akan disuguhkan pemandangan yang begitu indah, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang terlihat dari kejauhan, hamparan luas perkebunan dan persawahan penduduk sekitar serta tebing dan bukit serta sungai serayu yang terkenal sebagai salah satu sungai untuk kegiatan adventure seperti arung jeram.
Suhu disini sangat dingin dan menusuk tulang. Pada siang hari, dinginnya bisa berkisar antara 10 hingga 20 derajat selsius. Bahkan, pada pagi hari, suhu bisa mencapai titik beku, alias nol derajat celsius. Suhu pada bulan juli dan agustus dimana ini masuk musim kemarau, suhu udara di Dieng dapat mencapai 0°C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang berbentuk es yang oleh penduduk setempat disebut bun upas atau embun racun karena dapat menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian penduduk setempat.
Kawasan wisata Dieng terbagi menjadi 2 bagian utama yaitu Dieng 1 dan Dieng 2 diantaranya yaitu:
1.       Telaga warna, sesuai dengan namanya telaga ini kalo diperhatikan airnya terlihat gradasi warna dari hijau, biru bahkan jika disiang hari terlihat pantulan sinar matahari yang membuat telaga warna menjadi lebih indah.
2.       Telaga Pengilon dan beberapa gua yang diantaranya gua Jaran dan gua Semar yang digunakan untuk tempat bertapa orang-orang yang memiliki kepercayaan tertentu.
3.       Batu Tulis Gajah Mada dimana lokasi ini dijadikan tempat upacara potong rambut yaitu upacara untuk dipercaya untuk membuang hal buruk dari anak penduduk sekitar Dieng yang memiliki rambut gembel.
4.       Dieng Plateau Theater untuk menyaksikan sejarah mengenai Dieng, kondisi alam serta kehidupan penduduk di dataran tinggi Dieng. Banyak hal dan pengetahuan yang dapat diambil dari film dengan durasi kurang lebih 25 menit tersebut.
5.       Kawah Sikidang dan candi Bima yang letaknya tidak terlalu jauh dari Dieng Plateau Theater.
6.       Kawah Sileri, Sumur Jalatunda, serta Telaga Merdada.
7.       Musium Dieng Kailasa yang memiliki banyak benda benda bersejarah diantaranya patung patung dari reruntuhan candi yang ditemukan penduduk setempat. Dikawasan ini juga terdapat candi Gatot Kaca dan terlihat dari kejauhan telaga Balekambang.
8.       Kawasan candi Arjuna yang terdiri dari beberapa candi diantaranya yang masih berdiri kokoh yaitu candi Arjuna, candi Semar, candi Srikandi, candi Puntadewa dan candi Sembaura.


Dikarenakan objek menarik yang bisa dikunjungi letaknya berjauhan dan menyebar, serta kawasan ini ada yang berbeda pengelolaan antara kabupaten Banjar negara dengan kabupaten Wonosobo, beberapa tempat dikenai tiket masuk dengan harga yang bervariasi, ada yang 2000 ada yang 2500 Rupiah. Walaupun anda telah membeli tiket terusan seharga 12.000 Rupiah perorang di Dieng 1, dibeberapa tempat lain masih di pungut biaya masuk. Untuk yang berkunjung kesini tanpa membawa kendaraan, ojek motor disekitar Dieng bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengantarkan ke tempat-tempat wisata sekaligus menjadi guide yang dapat menjelaskan mengenai lokasi yang dikunjungi dengan kisaran harga 50,000 sampai 100,000 tergantung kesepakatan awal tempat-tempat yang hendak dikunjungi.
Satu hal yang patut dikunjungi disini yaitu menikmati matahari terbit dari Gunung Sikunir yang akan mengingatkan kita pada masa kecil saat melukis pemadangan dua gunung, dimana ada matahari yang muncul di tengah tengah kedua gunung itu.  Ya.. golden moment ini dapat diihat sini ketika matahari mulai muncul dari tengah tengah gunung sindoro dan sumbing. Seiring bergeraknya matahari terbit, kabutpun bergerak menyelimuti gunung  Sindoro yang membuat pemandangan gunung Sikunir seperti sebuah negeri diatas awan. Sungguh pemandangan yang menakjubkan akan keindahaan negeri Indonesia.
Dari matahari terbit ini pun terdapat folosofi kehidupan yang dapat kita renungi diantaranya rasa bersyukur karena kita masih diberikan umur untuk bertemu dengan hari ini dan renungan betapa maha kuasanya Sang Pencipta dalam menciptakan alam yang begitu indah ini.




 Disini terdapat banyak pilihan penginapan yang dapat disesuaikan dengan budget dengan harga mulai dari 75,000 per malam per kamar. Kerana suhu udara dan airnya yang begitu dingin, tentunya memilih tempat penginapan yang memiliki fasilitas air hangat merupakan salah satu keputusan yang baik.
Jika ingin membawa buah tangan dari Dieng, manisan carica dari pepaya khas dataran tinggi Dieng merupakan pilihan yang tepat, dijual dengan satu toplesnya dengan kisaran harga 10.000 Rupiah atau kripik jamur khas Wonosobo. Untuk makanannya kuliner yang patut dicoba yaitu mie khas Wonosobo sebelum kamu pulang ke kota masing masing, mie khas tersebut banyak dijual di kota Wonosobo yaitu mie ongklok yang terbuat dari dari mie, kola atau kubis, cabe, daun kucai dan kuah bumbu kental pedas. Mie tersebut disajikan panas dimana pada beberapa warung ada yang ditambah tahu bacem atau tempe kemul atau sate. 

Follow me on Instagram & twitter : @travelographers

No comments:

Post a Comment

Ready To Explore? Let's go see and travel the world

Please do kindly subscribe to my travel blog, the place where i would share any of my travel enthusiasm there such as travel stories, travel articles and travel photos.