![]() |
| Kapal Kami Mulai Menjauhi Pelabuhan Kayangan Lombok |
Pandanganku menerawang ke hamparan samudera, seperti sedang mencari dan membayangkan tentang keberadaan ujung laut di hadapanku kini. Alam semesta ini begitu luas, ketika kapal mulai menjauh dari daratan dan Palabuhan Kayangan Lombok, aku langsung terhenyuh merenungkan betapa kecilnya kita dibanding alam semesta yang diciptakan Nya.
Matahari berhasil keluar dari gumpalan awan setelah beberapa saat bersembunyi dan memancarkan pilar-pilar cahaya dari sela-sela awan. Kapal kami membelakangi senja yang mulai memerah untuk berlayar menuju Pulau Gili Bola. Walapun mesin dihidupkan, namun sang anak buah kapal mulai membentangkan layar berwarna biru kotak-kotak pada tiang kapal bagian depan.
Layar perahu itu terkembang dan menari dibelai hembusan angin laut. Kapal Pinisi yang Kami tumpangipun melaju dengan gagahnya mengarungi samudera yang telah terbukti tangguh dimana nenek moyang kita telah mampu mengarungi tujuh samudera besar di dunia dengan kapal ini.
Matahari berhasil keluar dari gumpalan awan setelah beberapa saat bersembunyi dan memancarkan pilar-pilar cahaya dari sela-sela awan. Kapal kami membelakangi senja yang mulai memerah untuk berlayar menuju Pulau Gili Bola. Walapun mesin dihidupkan, namun sang anak buah kapal mulai membentangkan layar berwarna biru kotak-kotak pada tiang kapal bagian depan.
Layar perahu itu terkembang dan menari dibelai hembusan angin laut. Kapal Pinisi yang Kami tumpangipun melaju dengan gagahnya mengarungi samudera yang telah terbukti tangguh dimana nenek moyang kita telah mampu mengarungi tujuh samudera besar di dunia dengan kapal ini.








.jpg)
